Penting ! Ini rahasia menghadapi krisis dalam pertumbuhan bisnis3 min read

Pada siang hari ini, hari dimana kita sebagai muslim laki-laki selalu menjalankan ibadah shalat jum’at dan insyaAllah hari ini adalah hari yang penuh keberkahan buat kita,terutama buat umat islam. Hari ini saya akan berbagi tentang pertumbuhan dan krisis. Pada waktu awal bisnis kita membangun dan masih dalam skala yang kecil , maka kita selalu merasakan bahwa segala sesuatu yang terjadi sebagian besar adalah timbul dan berjalan dengan kreativitas yang kita miliki sebagai pemilik. Ketika kreativitas itu akhirnya dapat memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan bisnis yang kita miliki, maka biasanya terjadi sebuah krisis yaitu krisis kepemimpinan. Dimana seorang pemilik kadang tidak memiliki kemampuan leadership yang baik sehingga tim yang sudah terbentuk, tidak begitu optimal, tidak begitu bisa digerakkan, sehingga produktivitas mereka menurun. Ketika produktivitas menurun, maka hal itu akan mengancam pertumbuhan. Hal yang biasanya kita lakukan sebagai pemilik adalah kita mengangkat atau mencari seorang pemimpin.

Pada beberapa perusahaan yang dimiliki oleh pribadi yang mengalami krisis kepemimpinan, mereka kemudian mencoba mencari profesional yang bisa memimpin dan memperbaiki perusahaan yang dia miliki. Ketika kepemimpinan sudah didapat dan pertumbuhan perusahaan kembali berkembang, maka seorang pebisnis akan mengharapkan seorang pemimpin itu memberi arahan, sehingga perusahaan akan bertumbuh dari arahan seorang pemimpin. Perusahaan akan bertumbuh dengan arahan-arahan yang baik sesuai strategi dan direction yang akan memberikan kejelasan dari arah sebuah perusahaan. Namun apa yang terjadi biasanya setelah perusahaan bertumbuh dengan direction yang jelas, maka terjadi lah krisis lagi dimana seorang pemimpin biasanya kemudian dia sudah memiliki pemimpin-pemimpin dibawahnya. Dia memiliki manager dan supervisor dibawahnya. Maka yang akan terjadi adalah sebuah krisis yang disebut krisis otonomi. Dimana setiap manajer merasa bahwa mereka membutuhkan kebebasan. Mereka membutuhkan sebuah ruang yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan ide-ide mereka. Ketika hal itu tidak dapat dipenuhi, maka biasanya perusahaan akan mengalami penurunan produktivitas. Dan pada saat itulah, ketika terjadi krisis otonomi. Kita berusaha melakukan revolusi dengan memberikan otonomi kepada pemimpin-pemimpin dibawahnya. Dengan memberikan otonomi tersebut, maka pertumbuhan itu akhirnya terjadi dengan memberikan delegasi-delegasi. Delegasi pekerjaan, delegasi otoritas, delegasi kepemimpinan kepada pemimpin-pemimpin dibawahnya. Ketika hal itu sudah terjadi, maka biasanya perusahaan akan terus bertumbuh. Karena dengan pendelegasian itu, setiap orang memiliki kepercayaan diri yang kuat dan memiliki kemampuan untuk bisa membangun kreativitas dan membangun visi mereka di dalam perusahaan.

Ketika pertumbuhan melalui delegasi ini berjalan, maka akan terjadi krisis berikutnya yaitu krisis controlling. Delegasi yang begitu kuat menimbulkan kepercayaan yang begitu kuat. Ada sisi lain yang biasanya lupa dari sebuah institusi sebuah perusahaan yaitu sistem kontrol. Dari sini biasanya terjadi penyimpangan-penyimpangan. Karena kita tidak mengetahui apa yang dilakukan bawahan-bawahan kita. Kita tidak bisa lagi memantau apa yang dilakukan pemimpin-pemimpin dibawah, yang mana mereka memiliki hak untuk melakukan sesuatu dengan otoritas yang telah kita berikan. Pertumbuhan dengan krisis kontrol ini biasanya diselesaikan dengan melakukan revolusi lagi yaitu dengan koordinasi. Maka dibangun lah sistem yang canggih yaitu sistem koordinasi dimana setiap layer dari organisasi, mereka harus meminta persetujuan dari layer-layer di atasnya. Namun hal ini menyebabkan krisis baru yaitu krisis birokrasi. Karena semakin besar perusahaan, maka semakin panjang jalur birokrasi yang harus kita jalankan. Sehingga perusahaan itu tidak flesibel. Perusahaan itu tidak memiliki kebebasan. Perusahaan itu tidak bisa berkompetisi dengan baik dan akhirnya yang terjadi adalah inovasi dan kreativitas yang juga akan menurun. Hal ini yang menyebabkan perusahaan akan jatuh apabila tidak diatasi dengan baik.

Untuk mengatasi krisis birokrasi yang dialami oleh sebuah perusahaan, maka saat ini kita melihat trend baru didalam organisasi bisnis. Mereka tidak memaksakan diri untuk besar dengan menggunakan sistem koordinasi, karena akhirnya koordinasi itu akan menghambat perjalanan mereka sendiri. Maka sistem yang dibangun sekarang adalah dengan melakukan kolaborasi. Apa itu kolaborasi? Kolaborasi tidak lagi menggunakan kontrol yang sifatnya formal untuk membangun sebuah bisnis. Tapi kontrol sosial dan kedisiplinan pribadi akan menggantikan kontrol formal yang selama ini kita ketahui. Selain itu, pertumbuhan yang diberikan oleh sistem kolaborasi ini adalah segala sesuatu yang dilakukan dengan spontanitas tindakan. Kita akan bertindak dengan cepat apabila sebagian besar perusahaan yang ada dalam sistem kolaborasi tersebut menganggap bahwa suatu bisnis/proyek dapat dikerjakan bersama-sama dengan resources yang mereka miliki dan mereka berkolaborasi untuk menghasilkan capaian bersama. Dengan sistem kolaborasi, pengelolaan tim lebih besar kepada bagaimana mereka menyelesaikan masalah perbedaan individu didalam sebuah kolaborasi tersebut.

Tinggalkan Komentar

Dapatkan Ebook Eksklusif

"CEO cukup bekerja 2 jam sebulan dengan menerapkan 5 tools ini" sekarang, GRATIS

we respect your privacy and take protecting it seriously