Mau seperti apa kamu nanti, coba cek disini2 min read

Beberapa waktu yang lalu saya bertemu dengan seorang apoteker bernama mary. Dia bekerja sebagai apoteker di sebuah jaringan apotek besar. Suatu hari ketika dalam sebuah sesi coaching, saya mencoba bertanya padanya “ Seberapa senang kamu dengan pekerjaan yang kamu jalani saat ini ?“ lalu dia menjawab “ Oh saya senang sekali dan baik-baik saja” bahkan dia mengatakan “saya puas dengan salary dan komisi yang saya dapat, bahkan perusahaan memberikan bagi hasil profit yang cukup besar”.

Dia juga mengatakan “ini keberuntungan besar buat saya dan saya akan pensiun dini di usia muda untuk menikmati hidup saya“

Saya terdiam sebentar dan kemudian bertanya lagi “Apa yang menjadi mimpi kamu ketika memutuskan ingin menjadi seorang apoteker?”

dia menjawab “ Saya membayangkan diri saya berada di dalam apotik milik saya sendiri”

Kemudian saya mengatakan “Kenapa tidak mengikuti mimpi kamu aja? Bukankah itu akan membuat kamu lebih produktif dan senang?”

Dia menjawab “bagaimana saya bisa melakukannya ?

Saya katakan “ Apapun yang kamu anggap nyata, maka kamu dapat mewujudkannya”

Kemudian dia (mary) membayangkan bahwa dia sekarang ada di Apotek miliknya sendiri. Secara mental, dia menggambarkan dirinya sedang melayani pelanggan di apotik miliknya. Seperti seorang aktor dia berbicara dengan dirinya sendiri dan bertindak seakan akan dia bergerak, hidup dan berperilaku sebagai pemilik apotek tersebut.

Beberapa tahun kemudian, mary mengirim pesan kepada saya dan mengatakan apa yang terjadi terhadap dia setalah sesi coaching yang pernah dia lakuan bersama saya. Dia kemudian bercerita bahwa dia sudah berpindah kerja sebagai medical representative sebuah perusahaan farmasi dan menjadi area sales manager yang melingkupi beberapa apotik di beberapa kota.

Ada sebuh kota kecil yang ternyata hanya ada satu apotek dan pemiliknya sudah sangat tua dan dia berminat untuk menjual apotek tersebut. Mary membayangkan kembali dia berdiri dan melayani konsumen di apotek miliknya sendiri. Dengan imajinasi yang dia miliki, maka Mary mencoba untuk berbicara dengan sang pemilik. Ternyata sang pemilik mengizinkan mary untuk membeli apotek tersebut dengan bayaran profit yang dihasilkan dari apotek tersebut.

Jadilah mary memiliki apotek sendiri dan dia bekerja keras untuk menghasilkan profit untuk membayar harga yang di tawarkan sang pemilik lama.

anyak dari kita fokus pada apa yang sedang kita kerjakan (doing) bukan ingin seperti apa kita dikemudian hari (being). Ada cara untuk menentukan ingin seperti apa kita dikemudian hari. Pertama dengan mencari pekerjaan yang membuat kita enjoy dan relax melakukannya, kemudian Berbicaralah sebanyak mungkin dengan imajinasi anda.

Ilmu yang kita pelajari sangatlah terbatas namun imajinasi tidak akan pernah ada batasnya 

Disadur dari buku “ The Power of Your Subconcious Mind“ karya Dr. Joseph Murphy

Tinggalkan Komentar

Dapatkan Ebook Eksklusif

"CEO cukup bekerja 2 jam sebulan dengan menerapkan 5 tools ini" sekarang, GRATIS

we respect your privacy and take protecting it seriously