Jangan sampai telat, anda harus segera mengetahui faktor terkuat dalam kesuksesan anda

Saya ingin berbagi tentang apa-apa saja yang menyebabkan seseorang itu bisa menjadi sukses. Ketika saya masih kecil dulu. Ayah saya selalu mengatakan, “kamu harus sekolah yang baik, dapat nilai yang bagus, lulus dengan predikat yang terbaik dan kamu bisa mendapatkan pekerjaan yang baik”. Mindset itu selalu terbawa dalam kehidupan saya sejak kecil sampai saya dewasa. Ketika saya masih berada di sekolah dasar, saya belajar begitu keras untuk mendapatkan nilai yang terbaik. Dan akhirnya saya lulus sebagai pelajar dengan nilai terbaik. Ketika saya memasuki SMP, saya juga berjuang dengan keras dan belajar dengan baik. Menghabiskan waktu hari demi hari untuk bisa mendapatkan nilai yang terbaik. Ketika ujian nasional, saya mendapatkan NEM tertinggi di sekolah. Begitu juga seterusnya ketika saya masuk di jenjang SMA. Saya berjuang dan terus berjuang sehingga saya lulus dengan nilai tertingggi di SMA.

Namun ketika saya memasuki perguruan tinggi, saya merasa bahwa saya mengalami disorientasi. Saya mengalami sebuah kebingungan kemana arah saya dan saya merasa ketika masuk ke perguruan tinggi, saya tidak memiliki tujuan dan motivasi. Saya merasa bahwa sekolah tidak terlalu menarik dan saya merasakan keragu-raguan terhadap kesuksesan yang akan saya peroleh. Kisah singkat ini memberikan gambaran bahwa sebagian besar dari kita beranggapan bahwa IQ atau kecerdasan sekolah yang baik dan nilai yang tinggi adalah faktor yang selalu menjadi acuan kita untuk meraih kesuksesan kita di kemudian hari. Robert stainley dalam bukunya “The Millionaire Next Door” mengatakan dan membuktikan dalam penelitiannya bahwa 100 faktor yang menyebabkan kesuksesan bagi beberapa millionaire di amerika adalah IQ atau kecerdasan menempati urutan ke 21, sedangkan sekolah atau universitas terbaik menempati urutsan ke 23, dan tragisnya nilai terbaik menempati urutan ke 30 dari faktor-faktor yang menyebabkan kesuksesan seorang millionaire.

Faktor utama yang menyebabkan orang menjadi sukses adalah kejujuran. Sejak kecil kita tidak pernah ditekankan apa itu kejujuran sehingga kejujuran itu hanyalah sesuatu yang dianggap sebagai karakter yang tidak mempengaruhi apapun. Namun dari kenyataan, bahwa kejujuran adalah faktor utama dari sebuah kesuksesan bahkan Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita bahwa kejujuran adalah bagian dari nilai-nilai islam yang harus kita amalkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Faktor yang kedua adalah disiplin. Kedispilinan adalah faktor yang sangat menentukan seseorang untuk sukses. Tanpa disiplin yang tinggi, maka sulit kita untuk mencapai tujuan-tujuan kita. Faktor yang ketiga adalah interpersonal skill yang kita miliki. Kalo kita suka bergaul dan berinteraksi sosial, banyak memiliki teman serta networing, itu menjadi faktor kesuksesan kita dalam berbisnis.

Faktor keempat yang menentukan keberhasilan adalah pasangan kita. Dengan siapa kita, istri kita, anak-anak adalah faktor yang menentukan keberhasilan kita. Dukungan dan do’a mereka adalah sebuah spirit, sebuah kekuatan yang dapat mendukung kita mencapai kesuksesan. Yang berikutnya adalah kecintaan kita terhadap apa yang kita kerjaan merupakan faktor pendukung kesuksesan kita. Kita tidak mungkin menghabiskan waktu pada sesuatu yang tidak kita cintai. Pekerjaan yang tidak kita cintai hanya akan membuang waktu kita. Dan yang berikutnya adalah bahwa kita harus bekerja lebih banyak dari orang lain. 5 faktor tsb merupakan faktor-faktor yang mendukung faktor utama yang perlu kita perhatikan dalam kehidupan kita sehingga kita bisa menjalankan target-target dan mewujudkan mimpi-mimpi kita. Dengan begitu, kita bisa mendapatkan apa yang kita harapkan dari setiap apa yang kita targetkan dalam hidup ini.

Belum memulai bisnis karena mentok di Ide Bisnis? Cek caranya disini!

Dalam kehidupan keseharian kita, sering kita temukan orang-orang yang sukses dalam menjalankan bisnisnya. Baik itu dalam bisnis online maupun bisnis secara offline. Melihat hal itu, kadang muncul keinginan kita untuk berbisnis pula. Ingin bisnis ini dan itu. Akan tetapi, perlu kita sadari bahwa dalam menjalankan bisnis tidak bisa dijalankan dengan hanya keinginan saja. Harus ada niat yang kuat dan ide bisnis yang brilian. Selain itu, kita perlu menggali ilmu dalam berbisnis sehingga bisnis yang nanti kita jalankan tidak hanya sekedar bisnis abal-abal, tetapi bisnis yang berkelanjutan. Untuk itu, kita perlu menemukan ide bisnis yang matang. Lalu bagaimana jika kita belum menemukan ide bisnis?

Ide bisnis bisa kita dapatkan dari berbagai hal. Hal pertama yang bisa lakukan adalah dengan sering-sering membaca artikel-artikel yang berkaitan dengan bisnis. Banyak platform yang menyediakan artikel-artikel tentang bisnis. Platform online seperti media sosial dan media massa online yang membahas tentang bisnis. Dengan rajin membaca tentunya akan menambah wawasan kita. Banyak bisa kita baca untuk menemukan ide bisnis, terutama dengan membaca bisnis-bisnis yang sudah sukses. Kita bisa pelajari cara dia berbisnis hingga bisnisnya bisa sukses.

Selain membaca, kita juga bisa menemukan ide bisnis dengan menonton video-video tentang bisnis yang ada di Youtube. Banyak yang bisa kita temukan hal-hal yang berkaitan dengan bisnis. Mulai dari cara menemukan ide bisnis, memulainya, menjalankannya serta strategi-strategi dalam berbisnis. Kita bisa rutinkan untuk menonton video-video bisnis. Karena dengan begitu pula kita bisa meningkatkan wawasan kita tentang bisnis. Jadi tidak hanya menemukan ide bisnis saja, banyak hal tentang menjalankan bisnis bisa kita dapatkan jika kita tekuni dalam belajar.

Terkadang kita tidak perlu menemukan ide bisnis yang baru. Kita bisa meniru bisnis orang lain. Akan tetapi kita harus punya diferensiasi atau perbedaan bisnis kita dengan orang lain dengan menonjolkan keunggulan bisnis yang kita jalani. Selain itu, kita bisa juga mengembangkan ide-ide yang ada dengan kreativitas yang kita miliki.

Hal yang tak kalah penting ketika mencari ide bisnis yaitu tekad yang kuat. Hal ini akan memberikan dorongan lebih ketika ingin mencari ide bisnis. Ide biasanya lebih mudah muncul ketika dibarengi tekad dan keinginan yang kuat. Tekad yang kuat juga harus diikuti dengan daya eksekusi yang kuat pula. Karena banyak yang memiliki ide bisnis akan tetai daya eksekusi yang rendah, maka bisnisnya tidak dimulai.

Saya berdo’a semoga yang ingin memiliki bisnis dapat menemukan ide bisnisnya dan mengeksekusinya menjadi sebuah bisnis yang sukses dan berkelanjutan sehingga dapat bermanfaat bagi orang banyak

Mengenal Kepemimpinan Transformasional. Pengusaha Perlu Tahu Ini!

Salah satu skill yang harus dimiliki oleh seorang pengusaha adalah kepemimpinan. Dimana setiap orang memiliki cara dan gaya kepemimpinan masing-masing. Ada kepemimpinan yang bersifat kharismatik dimana kharisma seseorang membuat dia bisa mempengaruhi dan mendapatkan pengikut. Ada juga tipe kepemimpinan yang kolektif dimana kepemimpinan kolektif menekankan pada persetujuan banyak pihak untuk bisa mengambil sebuah keputusan. Ada juga kepemimpinan situasional di mana seorang pemimpin mengambil sebuah keputusan berdasarkan pada situasi dan kondisi yang dihadapi pada saat itu

Tipe kepemimpinan yang sangat disarankan adalah kepemimpinan transformasional. apa itu kepemimpinan transformasional? yaitu kepemimpinan dimana unsur yang paling utama adalah power atau kekuasaan. Karena tanpa kekuasaan, tanpa otoritas maka seorang pemimpin akan sulit untuk membangun unsur keduanya yaitu visi. Visi tidak akan bisa terbangun tanpa adanya kekuatan, tanpa adanya kekuasaan dan yang ketiga adalah unsur dari Kepemimpinan transformasional Adalah bahwa setelah mendapatkan kekuasaan maka dia akan memiliki keyakinan percaya diri yang akan mendukung untuk mencapai visi visi seorang pemimpin kedepan demikianlah bisa saya sampaikan bahwa kepemimpinan kedepan dibutuhkan kepemimpinan kepemimpinan transformatif di mana yang unsur yang harus kita penuhi sebagai pemimpin kekuasaan atau kekuatan atau otoritas yang kedua adalah keyakinan atau kepercayaan diri dan yang keempat adalah bagaimana membangun visi? kemudian mengeksekusinya menjadi sebuah kerja kerja nyata dalam kehidupan kita dan kebermanfaatan bagi banyak pihak

Bersaing dengan Kompetitor? Begini caranya!

Dalam berbisnis, sudah sewajarnya kita bersaing dengan kompetitor kita. Apalagi jika bisnis kita merupakan bisnis yang banyak orang lain jalankan pula misalnya bisnis kuliner. Di Kota Depok saja, hampir diatas 60% usaha bergerak dibidang kuliner. Berbagai macam kuliner tersedia mulai dari cemilan sampai skala resto atau rumah makan. Di era zaman modern seperti ini, kita harus siap menghadapi kompetitor kita. Jika tidak siap, tentu akan tertinggal dan bisnis kita akan kalah saing. Akan tetapi, dengan adanya persaingan dalam berbisnis, tidak ada yang perlu kita takuti dan khawatirkan. Rasa takut bisnisnya kurang diminati, khawatir kalah saing, dan lain-lain ketakutan lainnya.

Beberapa cara bisa kita lakukan dalam menghadapi kompetitor kita. Fokus saja pada tujuan  bisnis kita. Tidak perlu memikirkan hal-hal yang tidak penting. Jalani bisnis kita dengan tekun dan fokus terhadap bisnis kita. Terkadang rasa takut itu muncul kita melihat rumput sebelah lebih hijau. Lakukan selalu evaluasi dan inovasi pada bisnis kita. Dengan begitu kita bisa bersaing dalam berbisnis. Persaingan dalam berbisnis tidak perlu kita takuti akan tetapi dihadapi dengan sikap optimis. Persaingan ini yang akan membuat kita terpacu untuk lebih baik.

Salah satu hal yang harus kita tanam pada diri kita adalah menyakini bahwa setiap orang tidak akan tertukar rezekinya. Jatah rezeki sudah diatur oleh Allah SWT. Yang bisa kita lakukan terus ikhtiar dan semangat dalam menjalankan bisnis kita. Karena pada dasarnya rezeki kita dengan kompetitor sudah ada takarannya. Pada tidak perlu kita takut dengan kompetitor dalam berbisnis. Selain itu, meyakini bahwa bisnis ini hanya wasilah kita dalam mencari rezeki yang Allah berikan. Karena sejatinya rezeki itu bisa datang dari mana saja dan dalam bentuk apa saja.

Persaingan dalam berbisinis harus kita hadapi dengan persaingan yang sehat. Tidak perlu untuk saling menjatuhkan sesama pebisnis. Bahkan di era modern ini kolaborasi adalah kunci kesuksesan dalam berbisnis. Saling berbagi ilmu dan pengalaman antar pebisnis sehingga kesuksesan bisa didapat. Dengan begitu persaingan sehat dapat terjadi. Percayalah bahwa pikiran dan rencana yang baik akan berdampak baik pula kepada kita, begitu pula sebaliknya.

Maka dari itu, kesuksesan dalam berbisnis tergantung dari kita yang menjalankan bisnis. Selalu meningkatkan kapasitas diri menjadi hal yang wajib dilakukan oleh para pebisnis. Terus belajar, berdo’a dan berusaha dengan optimal, maka percayalah bisnis kita akan sukses pada waktunya. Percayalah.

Menjadi Pengusaha yang Matang?

Menjadi seorang pengusaha yang matang tidak dengan proses yang instant dan cepat. Dalam perjalanan menjadi seorang pengusaha, akan banyak sekali halangan dan rintangan yang menghadang. Tidak banyak orang yang dalam perjalanannya menjadi seorang pengusaha runtuh ditengah jalan karena tidak kuat menghadapi rintangan yang ada. Butuh mental yang kuat, ilmu yang matang, daya juang yang tinggi serta tidak kenal menyerah.

Setiap pengusaha akan menghadapi ujiannya masing-masing. Hal yang harus dilakukan oleh pengusaha yaitu Tanggung Jawab. Percayalah bahwa setiap ujian itu dapat diselesaikan. Banyak pengusaha yang menyerah karena menghindari masalah atau ujian yang ada. Sehingga ujian itu tidak dapat diselesaikan. Maka sikap tanggung jawab wajib dimiliki oleh setiap pengusaha. Setiap usaha yang kita lakukan tentukan akan memiliki resikonya. Menerima Resiko itulah yang harus dihadapi oleh pengusaha yang ingin matang.

Ujian menjadi seorang pengusaha yang matang itu memang berat. Seperti pepatah yang mengatakan “Pelaut handal tidak lahir dari ombak yang tenang”, maka seperti itu pengusaha yang matang. Akan ada halangan dan rintangan berat yang akan dihadapi. Akan tetapi, seberat apapun itu, harus dihadapi jika ingin menjadi pengusaha yang matang. Menyakinkan diri sendiri bahwa setiap masalah pasti ada solusinya. InsyaAllah setiap masalah yang berat pun akan bisa diselesaikan.

Setiap tahapan dalam berbisnis, tentu akan menemukan masalah demi masalah. Daya tahan seorang pengusaha akan selalu diuji. Seberapa besar ketahanan diri seorang pengusaha terhadap ujian nya akan mempengaruhi dirinya. Maka tetaplah bertahap dalam menghadapi setiap ujian. Ketahanan kita dalam menghadapi ujian akan membuat kita semakin kuat dan matang dalam menjadi seorang pengusaha

Satu hal lagi yang wajib dimiliki oleh pengusaha yang matang adalah kesabaran dalam menjadi setiap proses bisnisnya. Menikmati setiap tahapannya serta sabar dalam menghadapi ujiannnya. Percaya bahwa kesabaran itu akan manis hasilnya. Kesabaran kita dalam menjadi pengusaha yang matang akan berbuah pada waktunya. Sehingga proses demi proses yang kita jalani telah membentuk diri menjadi pengusaha yang matang

Perlukah PHK karyawan saat ini?

Membaca salah satu berita di koran online yang menyatakan bahwa diperkirakan 25 Juta orang akan di PHK terkait imbas dari wabah Covid 19 ini.  Kondisi tersebut membuat kita merasa miris. Sejalan ditengah upaya pemerintah untuk mengejar pertumbuhan ekonomi di angka 7%, alih-alih Menteri keuangan Sri Mulyani memprediksi pertumbuhan ekonomi akan minus 0,4% bahkan beberapa ahli ekonomi menyatakan kemungkinan lebih buruk dari itu.

Pengusaha juga sedang mumutar otak mereka untuk bisa mempertahankan bisnis di era krisis yang belum tau sampai kapan akan berakhir. Upaya yang dilakukan pengusaha dikenal dengan BCP (Business Continuity Plan) atau melakukan strategi cepat untuk membuat perusahaan tetap bisa hidup walaupun tanpa ada penjualan sama sekali.

Perusahaan ketika dihantam krisis, maka langkah awal yang dilakukan adalah mengurangi biaya-biaya yang tidak perlu untuk mengurangi beban cash flow. Langkah paling umum  yang dilakukan adalah mengurangi karyawan dan ini langkah yang paling mudah. Namun sebaliknya, ada pengusaha yang melakukan upaya untuk memanfaatkan asset yang ada untuk digunakan menjalankan bisnis lainnya di luar  bisnis inti mereka.

Sesuai judul tulisan ini, pertanyaannya adalah Mengapa kita harus memPHK karyawan? dan jawaban paling panyak yang muncul adalah

  1. Tidak memiliki penghasilan untuk menggaji karyawan
  2. Harus menyelamatkan cash flow perusahaan
  3. Mempertahankan perusahaan agar tetap ada
  4. Karyawan tidak akan produktif kerja di rumah
  5. Sulit mengontrol karyawan ketika kerja dirumah
  6. Pekerjaan ini tidak bisa di lakukan ketika ada dirumah
  7. Dan jawaban-jawaban lainnya

Simom Sinek dalam bukunya “ Start with Why” mengatakan bahwa untuk merubah perilaku maka dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu :

  1. Memanupulasi ( Manipulated )
  2. Mengispirasi ( Inspired )

Memanupulasi adalah tindakan seperti yang dilakukan sebagian orang di saat krisis yaitu mengurangi biaya agar profit tetap ada atau agar cash flow tetap cukup untuk biaya operasional. Sebagian besar pengusaha ketika krisis datang maka yang di munculkan dahulu adalah “ HOW” bagaimana agar kita bisa tetap bertahan ? dan “ WHAT” apa yang dilakukan untuk bisa tetap bertahan?

Maka tindakan yang muncul bersifat manupalatif yaitu mengurangi biaya, menahan investasi, yang  intinya adalah profit atau minimal tidak rugi. Segala perilaku yang muncul dari “ HOW” dan “WHAT” bersifat kasat mata yang bisa tampak secara langsung.

Coba sekarang rubah pertanyaan menjadi “WHY”, Mengapa karyawan harus tetap ada diperusahaan ? seorang pemilik perusahaan harus bisa menjawab dengan nilai atau bahasa perjuangan yang bisa membuat semua karyawan bisa terinspirasi. Dengan inspirasi maka mereka akan ikut membantu perusahaan keluar dari krisis yang sekarang sedang terjadi.

Ketika krisis terjadi maka pemilik atau pemimpin perusahaan harus mendatangi karyawan dan menanyakan “ WHY”, Mengapa kita harus tetap mempertahankan karyawan disaat kiris saat ini? Maka pertanyaan berikutnya “ HOW” bagaimana agar karyawan masih tetap bisa bertahan dan “ APA” langkah yang harus dilakukan agar karyawan tetap harus bekerja dan mendukung perusahaan.

Kita akan melihat bahwa pertanyaan “ WHY” ini akan mengispirasi karyawan untuk melakukan sesuatu bersama-sama dengan pemilik untuk menyelamatkan perusahaan. Pemilik juga bisa mangatakan bahwa perusahaan ini hadir untuk membantu banyak orang termasuk bagaimana perusahaan ini harus tetap hidup untuk bisa menghidupi keluarga dan anak-anak mereka.

Maka tindakan yang muncul juga akan terinspirasi dengan pertanyaan “WHY”. Inilah yang dikatakan Simon Sinek sebagai kesesuain antara jiwa yang ada dalam perusahaan dengan tindakan yang akan dilakukan. Setiap karyawan akan terinspirasi dan mau melakukan perjuangan untuk bisa sama-sama melakukan program penyelamatan.

Mungkin “HOW” yang akan muncul setiap karyawan akan rela tidak digaji full atau karyawan akan berusaha membantu pengusaha mencari penghasilan lain. Sedangkan “ APA” yang dilakukan tidak akan jauh dengan tema perjuangan yang dituangkan dari pertanyaaan “ WHY” tadi.

Kesimpulannya di saat krisis, maka ajak semua karyawan untuk berdiskusi. Sedangkan  seorang pemimpin harus menjelaskan “WHY” dan dapat memunculkan tema perjuangan atau nilai normatif. Sehingga  semua tindakan dilakukan dengan sukarela tanpa tekanan dan menghindari konflik antara karyawan den pemilik perusahaan. Tindakah yang timbul karena terinpirasi akan lebih langgeng dan tahan lama dibandingikan dengan cara manipulatif.

Selamat Mencoba

Widiantoro Baroto

CEO & Business Coach

Pertolongan Allah Itu Dekat (Pelajaran dibalik bencana Virus Covid 19)

Sejak merebaknya virus corona ( covid 19) ini, banyak dari kita merasa berat dalam menjalani kehidupan. Yang paling terasa dalam kehidupan kita adalah penghasilan yang semakin menurun. Sektor yang paling terpukul akibat Virus corona ini adalah sektor informal dan usaha mikro menengah.

Sektor informal yang dihuni oleh pekerja yang bekerja hari ini untuk makan hari ini sedangkan sektor usaha mikro menengah adalah para pelaku bisnis yang cash flow nya mungkin hanya bisa bertahan 1 ( satu) atau 2 (dua) bulan kedepan. Ketika bencana virus ini berlangsung sampai 3 bulan kedepan maka mereka tidak memiliki penghasilan dan tidak punya cukup modal untuk menopang bisnisnya.

Banyak dari mereka sudah melakukan PHK terhadap karyawan mereka. Berdasarkan data kementrian UMKM pada sektor informal dan sektor mikro menengah ini menyerap lebih dari 140 juta pekerja yang merupakan 54% dari populasi penduduk Indonesia. Sekarang betapa besar kontribusi mereka pada negara.

Inilah yang kita pahami mengapa berat bagi pemerintah sekarang untuk melakukan totally lock down yang akan banyak sekali memukul sektor ekonomi. Ditambah negara ini tidak memiliki sistem jaminan sosial yang baik, dimana apabila tidak bekerja, negara bisa memberikan jaminan terpenuhinya kebutuhan pokok masyarakat. Inilah mengapa kereta commuter line tetap penuh dan orang-orang masih berkeliaran di luar karena mereka harus makan hari ini. Sebagian mereka berpikir dirumah adalah masalah bagi mereka karena mereka harus menghidupi keluarganya.

Sedangkan pertumbuhan ekonomi Indonesia banyak di sumbang oleh kelas menengah yang sekarang mendekati 50% dari total penduduk Indonesia dan angkanya terus meningkat. Kalau dengan asumsi penduduk Indonesia sekarang 260 juta, maka kelas menengah ini hampir 130 juta penduduk. Mengapa kelas menengah ini sangat membantu pertumbuhan ekonomi? Hal ini karena mereka melakukan belanja atau konsumi rata-rata antara 2 juta sampi 3 juta per bulan. Budaya konsumtif masyarakat inilah yang menyelamatkan beberapa krisis yang di alami Indonesia seperti tahun 2008 dan 2013.  Bahkan pemerintah menerapkan keep buying strategy yang sebagian besar karena perilaku kelas menengah ini.

Namun dalam bencana corona ini, maka ruang gerak manusia dibatasi sehingga membuat semua sektor harus menahan diri. Hal ini tidak memungkinkan kelas menengah untuk tetap perilaku konsumtif, hal tersebut dikarenakan sektor produksi juga dipaksa berhenti karena wabah ini. Sebagian besar kelas menengah sekarang berusaha menabung dan menyediakan cadangan dana untuk persiapan seandainya wabah ini cukup lama bertahan di Indonesia.

Mekanisme pasar akan berlangsung dimana demand akan berkurang dan supply juga berkurang sehingga inflasi akan terjadi. Kita sudah mulai merasakan gula yang langka dan beberapa kebutuhan pokok meningkat.

Parahnya lagi sektor manufaktur di Indonesia juga belum begitu kuat dimana sebagian bahan pokok bahkan masih import dari luar negeri. Ketika masker, alat pelindung diri dan alat test covid 19 kita harus juga import dari cina untuk memerangi wabah ini, maka  makin menambah deretan import yang harus dilakukan Indonesia. Wajarlah sekarang nilai tukar kita semakin melemah terhadap USD ( 17.000 per USD) karena ini merupakan salah satu pengaruh dari nilai import kita yang masih tinggi.

Indikator krisis ekonomi menurut para ahli ekonomi adalah ketika inflasi sudah mulai terjadi dan nilai tukar rupiah sudah mulai melemah. Karena inflasi maka cadangan uang atau tabungan masyarakat akan terkuras karena harus membeli harga lebih mahal. Sedangkan para pelaku usaha tidak memiliki pemasukan dan kehabisan modal untuk menjalankan usahanya. Oleh karena itu, pemerintah sekarang banyak melakukan intervensi berupa tunjangan bagi yang PHK 1 juta per bulan dan beberapa insentif lainnya seperti penundaan pembayaran hutang bagi sektor mikro dan menengah. Bahkan kementrian tenaga kerja sudah mengeluarkan peraturan Menteri yang memberikan peluang bagi pengusaha untuk bernegosiasi dengan karyawan terkait dengan waktu jam kerja dan penurunan gaji sebagai imbas dari bencana virus corona ini.

Jadi sebenarnya yang ditakuti oleh sebagian besar masyarakat Indonesia bukanlah kematian akibat terifeksi virus corona namun sebagian besar masyarakat lebih takut dengan tekanan ekonomi yang akan terjadi. Apabila kelas menengah 50% dari total penduduk dan kelas bawah 30% dari total penduduk maka hampir 80% total penduduk Indonesia akan sangat jatuh level ekonominya. Hal ini menimbulkan bencana ekonomi selain bencana Virus corona itu sendiri. Mungkin bencana ini juga akan mengarah pada bencana politik yang sangat di takutkan oleh para petinggi negara ini.

Bagaimana sikap kita sekarang menyikapi semua bencana covid 19 dan bencana-bencana turunan yang akan terjadi? Apakah benar dengan sikap tawakal atau berserah diri saja ? Apakah kita harus mencari kambing hitam dan menyalahkan banyak orang termasuk pemerintah? Ataukan kita kembali melihat diri kita masing-masing apa yang bisa kita lakukan sebagai pribadi ?

Pendekatan Teologi :

Solusi Al-quran atas bencana ini :

أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُوا۟ ٱلْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ جَٰهَدُوا۟ مِنكُمْ وَيَعْلَمَ ٱلصَّٰبِرِينَ

Arti: Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar. (Ali -Imran Ayat 142)

Perlu kita sadari bahwa apapun bencana yang terjadi adalah ujian bagi umat manusia (Surat Al-Mulk ayat 2). Dari ujian yang kecil, menengah sampai dengan besar merupakan seleksi siapa saja yang lebih baik amalnya. Sehingga bencana ini sebenarnya ajang bagi setiap individu untuk meningkatkan amal baik yang sifatnya ruhiah maupun sosial. Untuk kesolehan pribadi mungkin sudah banyak yang tau apa yang harus dilakukan dengan amalan-amalan memperbanyak sholat sunah, tahajud, sholat 5 waktu, istighfar dan amalan lainnya.

Hal yang paling penting dibutuhkan  dalam kondisi saat ini adalah kesolehan sosial kita dalam masyarakat. Data statistik sekarang masih menunjukan bahwa ekonomi Indonesia saat ini masih didominasi oleh kelas atas yang mencapai 20% dari total populasi penduduk Indonesia. Mereka yang selama ini paling menikmati pertumbuhan ekonomi Indonesia. Mereka memiliki faktor produksi terutama modal dan akses sumber daya alam. Sehingga ketika terjadi krisis ekonomi mereka tetap bisa mendapatkan keuntungan dari perilaku konsumtif kelas menengah Indonesia yang mencapai 50% total penduduk tersebut. Inilah yang dikatakan yang kaya semakin kaya karena imbas dari perilaku konsumtif masyarakat Indonesia. Sehingga krisis ekonomi pada umumnya akan tidak terpengaruh.

Ujian virus corona ini tidak mempertimbangkan ras, suku dan agama bahkan status sosial tertentu. Semua orang memiliki potensi tertular dan memiliki tingkat penularan yang massive dan cepat. Karena para kelas menengah yang sebagian besar berprofesi sebagai pegawai mereka sangat faham atas bahaya dari covid 19 ini dan mereka dengan sadar melakukan social distancing. Sedangkan kelas atas yang sebagian besar adalah pemberi kerja juga tidak mau kehilangan kekayaannya sehingga melakukan banyak pemutusan hubungan kerja. Disinilah yang terjadi ketika kesolehan sosial harus lebih dikedepankan dibandingkan kesolehan pribadi. Bahkan untuk menanggulangi wabah ini kita harus punya kesungguhan yang tinggi untuk berkontribusi.

Dalam  surat Ali-Imran ayat 142 minimal ada 2 (dua) hal yang harus dilakukan apabila kita ingin merengkuh kebahagiaan kita di masa yang akan datang dan keluar dari wabah ini dengan cepat. Social distancing, budaya rajin mencuci tangan dan tindakan-tindakan yang lainnya sudah menjadi cara umum untuk mengurangi penularan virus ini. Namun yang lebih penting bagaimana setiap kita memiliki 2 hal tersebut.

  1. Kesungguhan ( Jahadu)

a. Kesungguhan untuk merencanakan (Ijtihad)

Perencanaan merupakan suatu kesungguhan yang harus dimiliki setiap orang dan membangun kesadaran dalam masyarakat. Sebagai simulasi adalah dengan data-data kasar di atas. Kelas atas yang mencapai 20% dari penduduk dengan asumsi 260 juta adalah 52 juta yang selama ini sangat menikmati pertumbuhan ekonomi Indonesia. Seandainya mereka sadar dan menyumbangkan 1 juta rupiah rata-rata per orang maka akan terkumpul 52 trilliun yang akan bisa digunakan untuk membantu karyawan untuk bisa tetap gajian setiap bulannya. Selain itu bisa membantu pengadaan Alat Pelindung Diri ( APD) para tim medis yang berjibaku di garda depan dalam wabah ini. Alih-alih mereka mencari keuntungan dengan melakukan PHK, ini salah satu yang dimaksud kesolehan sosial. Sehingga social distancing akan efektif bagi setiap orang. Karena dengan demikian mereka akan nyaman melakukan tindakan untuk tetap dirumah. Sehingga bencana ini akan cepat teratasi dan kita bisa kembali menikmati pertumbuhan ekonomi.

b. Kesugguhan untuk melakukan aksi ( Jihad )

Permasalahan terbesar dari kita ketika sudah melakukan perencanaan adalah lemah dalam melakukan aksi. Sehingga banyak ide dan gagasan berhenti sampai dengan tataran wacana saja. Padahal jihad yang paling besar bagi umat islam saat ini adalah jihad sosial yang akan membantu banyak orang. Hal ini juga akan menginspirasi agama lain untuk melakukan hal yang sama. Inilah yang dikatakan bahwa Islam ini adalah rahmatan lil alamin ( rahmat bagi seluruh alam). Kalau boleh meminjam istilah AA Gym 3 M, memulai dari yang kecil, memulai dari diri sendiri dan memulai dari sekarang. Dengan memulai menyumbang 1 juta per orang dan dilakukan secara massive maka kita bisa membantu efek secara ekonomi dari wabah ini.

c. Mengendalikan Gejolak Hati ( Mujahadah)

Tantangan berikutnya setelah perencanaan dan aksi adalah keraguan dan kekhawatiran yang menyelimuti setiap individu. Karena pengalaman buruk yang selalu menghantui diri kita membuat langkah kita untuk melakukan kebaikan dibayang-bayangi kekhawatiran. Contohnya adalah kekhawatiran akan penyalahgunaaan dan ketidakefektifan penyalurannya dan sebagainya. Mata kita tertutup oleh prasangka buruk dibandingkan Pertolongan Allah yang sangat dekat. Inilah mungkin makna dibalik kita tidak bisa sholat berjamaah di masjid karena Allah ingin memberitahukan bahwa kesolehan sosial sekarang lebih dibutuhkan dibandingkan bersembunyi di balik bilik-bilik masjid dan mengharap Allah merubah semuanya. Tindakan nyata kita sebagai muslim akan lebih mendekatkan kita pada Allah sebagai Penguasa Alam Semesta ini. Ketauhidan kita tidak selesai pada sujud kita namun aksi nyata merupakan langkah yang harus kita kedepankan saat ini.

 

  1.  Sabar

Surat Ali-Imran ayat 142 ini ditutup ayat dengan kata sabar, karena memang obat bagi setiap muslim untuk menangani masalah apapun adalah kesabaran.  Kesabaran untuk terus bertindak dan berkontribusi sampai pertolongan Allah datang dan membebaskan dari Virus yang sangat dahsyat penularannya ini.

 

Semoga Allah mempercepat pertolonganNya seiring dengan kesolehan sosial yang penyebarannya semakin cepat dan massive seperti apa yang dilakukan oleh makhluk Allah yang bernama Virus corona.

 

Widiantoro Baroto

CEO and Business Coach

Leading Transformation

Saya sekarang berada di Hotel Salak Bogor, setelah kemarin menghadiri dan memimpin rapat pemilihan ketua umum Asosisasi Bisnis Alhidayah Indonesia. Ada satu hal yang ingin saya bagikan untuk sahabat semua. Yang mana masih banyak orang yang berpikir untuk berbisnis hanya menjual barang atau jasa. Faktanya barang atau jasa aja tidak cukup untuk menarik konsumen atau pelanggan. Maka pada saat ini, ada sebuah trend yang disebut dengan “Experience” atau pengalaman. Jadi, berbisnis yang tidak hanya menjual barang atau jasa, tetapi juga menjual sebuah experience atau pengalaman.

Ketika kita minum kopi di Starbuck, maka kita tidak hanya minum kopi tetapi juga kita membeli pengalaman. Pengalaman untuk bersosialisasi, pengalaman untuk memberikan tempat pada diri kita supaya bisa memahami bahwa kita sedang diberi pengalaman baru yaitu minum kopi sambil duduk di tempat yang nyaman.

Ketika kita tinggal disebuah hotel, maka kita tidak hanya tidur didalam kamar. Karena tidak ada bedanya hotel dengan rumah. Namun di hotel kita mengalami sebuah pengalaman dimana pengalaman itu memberikan kesan. Maka, pengalaman itulah yang sebenarnya kita beli.

Setiap orang merasakan bahwa pada saat ini, barang dan jasa yang kita beli, semua menawarkan pengalaman, bahkan pengalaman-pengalaman baru yang mungkin tidak pernah kita alami sebelumnya. Namun ada satu hal yang lebih penting dari sebuah pengalaman ketika kita menjual barang atau jasa, yaitu kita menawarkan sebuah transformasi.

Transformasi merupakan sesuatu yang lebih dashyat menurut saya. Karena transformasi dapat merubah segalanya. Dari sesuatu yang dulu biasa-biasa saja menjadi sesuatu yang luar biasa. Yang dulu merubah suatu karakter yang mungkin tidak terlalu baik, menjadi sebuah karakter yg lebih baik. Transformasi dapat menciptakan suatu lingkungan yang mungkin tidak terlalu baik menjadi lebih baik bahkan sangat baik sekali. Itulah yg disebut dengan transformasi. Di era kedepan, produk barang atau jasa yang dibundling dengan experience tidak cukup, pemilik barang atau jasa harus menawarkan sebuah transformasi. Transformasi dalam kehidupan dan keberadaan kita sebagai manusia di dunia ini

Sekian

Widiantoro Baroto

Menyambut Tahun Baru 2020

Setiap akhir tahun kita selalu mencoba untuk membangun resolusi untuk tahun berikutnya. Kini kita sudah berada dipenghujung tahun 2019 dan saat ini setiap kita, baik sebagai karyawan, Self employee dan Pebisnis mulai berfikir tentang target yang akan di canangkan untuk tahun 2020.

Untuk bisa mencapai target yang diinginkan, maka kita perlu melakukan evaluasi terhadap 4 hal dalam pekerjaan dan kehidupan yang sedang kita jalani. 4 hal tersebut adalah sebagai berikut:

1. Minat dan Kertarikan
Kita mulai menanyakan lagi apa Minat dan Ketertarikan kita dalam pekerjaan dan kehidupan ini. Karena minat dan ketertarikan kita akan menumbuhkan motivasi untuk berjuang dan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif untuk bertumbuh.

2. Latihan yang terencana
Setelah minat dan ketertarikan diketahui, maka kita harus melakukan pekerjaan sesuai yang telah digariskan dan direncanakan. Pekerjaan ini akan menjadi ritual sehari-hari dalam kehidupan kita. Dalam latihan ini setiap orang akan melakukannya secara sukarela dan menyenangkan. Tanda bahwa kita sudah menikmati latihan ini adalah bahwa semuanya mengalir dengan baik tanpa ada perasaan lelah dalam diri kita. Latihan ini akan memiliki hasil yang maksimal apabila berjalan sesuai dengan rencana yang sudah dibuatkan.

3. Tujuan yang Jelas
Dalam melakukan pekerjaan, setidaknya kita memiliki minimal 3 tujuan, yaitu :
a) Sebagai profesi
Dimana pekerjaan kita hanya untuk mempertahankan hidup saja seperti kita bernafas dan makan.

b) Sebagai Karier
Dimana pekerjaan ini hanya sebagai batu loncatan ke jenjang karier berikutnya

c) Sebagai Panggilan
Dimana pekerjaan ini merupakan bagian dari amal soleh dan tujuannya adalah untuk memberikan pelayanan terbaik kepada orang lain. Selain itu, tujuan terbesarnya adalah sebagai penghambaan kepada sang Maha Pencipta.

Tujuan dalam pekerjaan hampir sebagian besar adalah terbatas sebagai profesi dan karier saja. Masih sangat sedikit pekerjaan ini bertujuan sebagai panggilan.

Jika dalam pekerjaan ini bertujuan hanya sebagai profesi dan karier saja, maka tingkat produktivitasnya belum maksimal. Produktivitas mudah turun ketika gaji tidak lagi sesuai harapan ataupun ketika karier mandek tidak ada kenaikan jabatan.

Setiap waktu kita terbentur oleh tingkat turn over karyawan yang besar. Kalau demikian sebenarnya mereka belum memiliki minat dan ketertarikan yang tepat.

Bagaimana kedepan bisnis harus menciptakan manusia-manusia yang terpanggil untuk melayani dengan kualitas yang terbaik untuk kebaikan dan kemaslahatan manusia.

4. Harapan
Setelah kita mengetahui minat dan ketertarikan kita, lalu menjalankan latihan yang terencana dan terus menerus untuk mencapai tujuan yang diinginkan, maka langkah selanjutnya adalah kita harus selalu punya harapan. Kita yakin bahwa harapan itu selalu ada dalam setiap langkah kehidupan ini. Kita tidak boleh sedikit pun melepaskan harapan yang menyebabkan kita terjerumus dalam keputusasaaan.

Dengan mengevaluasi Minat dan Ketertarikan, Latihan yang terencana, Tujuan yang jelas, dan Harapan yang selalu terbuka, maka mudah-mudahan resolusi kita tahun 2020 ini akan dapat terwujud.

Semoga Bermanfaat

Widiantoro Baroto
CEO and Business Coach

Talenta, Bakat, dan Potensi anda yang bisa menggemparkan banyak orang !!!

Dari beberapa kegiatan coaching bisnis yang saya lakukan, banyak dari para peserta coaching menyatakan bahwa seorang pelatih bisnis atau business coach yang diharapkan adalah sosok pebisnis yang sukses. Seorang pelatih bisnis diharapkan juga memiliki banyak aset dari hasil bisnisnya. Saya sering berpikir bahwa apakah sebagai seorang pelatih bisnis, kita harus memiliki kondisi ideal yang semacam itu. Padahal pada dasarnya, setiap keberhasilan bisnis itu tidak menjamin bahwa seseorang itu memiliki satu potensi keberhasilan atau mereka sudah memiliki bakat keberhasilan.

Dalam kenyataannya, seorang yang meniti sebuah jalan, mereka akan sesuai dengan selera, talenta, serta potensi kejiwaan dan akal yang dimilikinya. Seorang motivator terkenal yang bukunya sangat kita kagumi yaitu stephen covey “The 7 Habbit of highly effective people”.Dia menyatakan bahwa keberhasilan itu bisa dicapai dengan 7 kebiasaan yang efektif. Namun stephen covey sendiri ketika membuat sebuah bisnis, dia pun tidak berhasil. Apakah kemudian kita bisa mengatakan bahwa apa yang dikatakannya tidak benar? Walaupun sebagian besar dari orang-orang yang membaca buku itu dan menerapkannya, dia juga berhasil. Apakah kemudian stephen covey harus memiliki aset yang banyak dan memiliki bisnis yang besar ketika dia harus menulis sebuah buku. Inilah kesalahan-kesalahan yang mungkin banyak kita temui ketika menghadapi beberapa peserta pelatihan bisnis yang menuntut seorang pelatih bisnis harus sukses terlebih dahulu.

Kemajuan dan kesuksesan seseorang akan terhambat bila dia lalai mengukur potensinya tanpa perhitungan yang matang. Menggeluti sebuah bidang yang bukan menjadi kawasan potensinya merupakan bunuh diri bagi mereka. Jadi apa peran pelatih bisnis atau bisnis coach? Pada dasarnya, business coach adalah dia yang mencoba untuk mencari dan membantu seorang coachee atau peserta pelatihan bisnis untuk menemukan potensi terbesarnya. karena dasarnya, seseorang itu tidak harus menjadi follower atau pengikut untuk menjadi sukses, tetapi dia harus otentik atau original terhadap ide-ide yang dia miliki. Potensi, kemampuan, dan bakat kadang tidak kita sadari, kecuali dengan bantuan orang lain.

Disitulah pentingnya pelatih dan coach dalam kehidupan berbisnis. Bukan lagi coach atau pelatih bisnis, dibebani target-target yang bagaimana dia harus sukses dulu kemudian dia harus berbagi untuk membantu orang lain untuk sukses. Seorang albert einsten seorang ahli fisika dan matematika, memiliki masa lalu yang dikenal dengan seorang yang lemah, penakut, dan tidak menonjol. Namun pada suatu masa dia memiliki kegemilangan yang mencengangkan dari dalam dirinya. Kita harus menemukan potensi dan talenta yang ada pada diri kita, yang setiap apa yang kita lakukan, kita menikmatinya. Dan kita selalu mengikuti dan menikmati proses yang kita miliki.