Talenta, Bakat, dan Potensi anda yang bisa menggemparkan banyak orang !!!

Dari beberapa kegiatan coaching bisnis yang saya lakukan, banyak dari para peserta coaching menyatakan bahwa seorang pelatih bisnis atau business coach yang diharapkan adalah sosok pebisnis yang sukses. Seorang pelatih bisnis diharapkan juga memiliki banyak aset dari hasil bisnisnya. Saya sering berpikir bahwa apakah sebagai seorang pelatih bisnis, kita harus memiliki kondisi ideal yang semacam itu. Padahal pada dasarnya, setiap keberhasilan bisnis itu tidak menjamin bahwa seseorang itu memiliki satu potensi keberhasilan atau mereka sudah memiliki bakat keberhasilan.

Dalam kenyataannya, seorang yang meniti sebuah jalan, mereka akan sesuai dengan selera, talenta, serta potensi kejiwaan dan akal yang dimilikinya. Seorang motivator terkenal yang bukunya sangat kita kagumi yaitu stephen covey “The 7 Habbit of highly effective people”.Dia menyatakan bahwa keberhasilan itu bisa dicapai dengan 7 kebiasaan yang efektif. Namun stephen covey sendiri ketika membuat sebuah bisnis, dia pun tidak berhasil. Apakah kemudian kita bisa mengatakan bahwa apa yang dikatakannya tidak benar? Walaupun sebagian besar dari orang-orang yang membaca buku itu dan menerapkannya, dia juga berhasil. Apakah kemudian stephen covey harus memiliki aset yang banyak dan memiliki bisnis yang besar ketika dia harus menulis sebuah buku. Inilah kesalahan-kesalahan yang mungkin banyak kita temui ketika menghadapi beberapa peserta pelatihan bisnis yang menuntut seorang pelatih bisnis harus sukses terlebih dahulu.

Kemajuan dan kesuksesan seseorang akan terhambat bila dia lalai mengukur potensinya tanpa perhitungan yang matang. Menggeluti sebuah bidang yang bukan menjadi kawasan potensinya merupakan bunuh diri bagi mereka. Jadi apa peran pelatih bisnis atau bisnis coach? Pada dasarnya, business coach adalah dia yang mencoba untuk mencari dan membantu seorang coachee atau peserta pelatihan bisnis untuk menemukan potensi terbesarnya. karena dasarnya, seseorang itu tidak harus menjadi follower atau pengikut untuk menjadi sukses, tetapi dia harus otentik atau original terhadap ide-ide yang dia miliki. Potensi, kemampuan, dan bakat kadang tidak kita sadari, kecuali dengan bantuan orang lain.

Disitulah pentingnya pelatih dan coach dalam kehidupan berbisnis. Bukan lagi coach atau pelatih bisnis, dibebani target-target yang bagaimana dia harus sukses dulu kemudian dia harus berbagi untuk membantu orang lain untuk sukses. Seorang albert einsten seorang ahli fisika dan matematika, memiliki masa lalu yang dikenal dengan seorang yang lemah, penakut, dan tidak menonjol. Namun pada suatu masa dia memiliki kegemilangan yang mencengangkan dari dalam dirinya. Kita harus menemukan potensi dan talenta yang ada pada diri kita, yang setiap apa yang kita lakukan, kita menikmatinya. Dan kita selalu mengikuti dan menikmati proses yang kita miliki.

Inilah hal yang harus selalu ada pada diri anda

Dalam kenyataan hidup kita saat ini, kadang dihadapkan pada situasi dimana segala sesuatunya sudah kita lakukan. Segala sesuatunya sudah kita upayakan. Tapi apa yang kita harapkan, apa yang kita targetkan belum juga sesuai harapan. Kadang kita berusaha untuk mencapai segala sesuatu yg kita inginkan dengan segala cara yang kita rencanakan. Tapi hasil yang dicapai masih jauh dari apa yang kita ingin capai. Apa yang biasanya muncul dalam diri kita adalah bahwa kita mulai kehilangan motivasi. Kita mulai kehilangan semangat. Kita mulai kehilangan kemampuan kita untuk terus menjalankan dan bekerja sesuai dengan apa yang kita canangkan sebelumnya. Lalu dengan kondisi seperti itu, kita seperti kehilangan apapun, kehilangan inovasi, kehilangan semangat, kehilangan apapun yang kita rasakan. Serasa apa yang kita lakukan adalah sebuah kesia-siaan. Dalam kondisi semacam itu, kita mungkin seperti kondisi yang tidak bisa diubah lagi. Kita seperti sudah ditengah-tengah persimpangan jalan yang rumit dan tidak tau lagi apa yang harus kita dilakukan. Dengan kondisi semacam itu, apa yang tidak boleh hilang dalam diri kita?

Kita boleh kehilangan uang, harta, modal, kita boleh rugi, kita boleh apapun yang terjadi dalam kehidupan kita. Tapi satu hal yang tidak boleh hilang dalam hidup kita adalah harapan. Karena harapan adalah sesuatu yang harus kita pertahankan. Karena harapan adalah sesuatu yang harus kita yakini. Karena Harapan adalah sesuatu yang harus kita pegang teguh dalam hidup kita dan kedepan selalu ada harapan dalam hidup kita. Ketika harapan itu kita pegang dan tidak hilang dalam hidup kita, maka semangat, inovasi, motivasi, perjuangan, dan segala sesuatu yang akan kita lakukan, yang kita capai, yang kita inginkan, yang kita targetkan, akan terus berjalan, bergerak, dan terus mencari celah-celah dimana dia akan bisa memberikan pencapaian dan target yang kita inginkan. So, jangan pernah kehilangan harapan dalam hidup kita.

3 Alasan yang membuat Anda harus tumbuh dan berkembang setiap waktunya

Setiap orang selalu berpikir mengapa kita harus berkembang sebagai individu? Mengapa kita harus meningkatkan performa kita setiap waktu? Mengapa kita harus selalu meningkatkan kemampuan kita setiap waktu? Minimal ada 3 hal yang menuntut kita secara pribadi untuk selalu bertumbuh dari waktu ke waktu. Alasan pertama adalah tuntunan agama. Dalam sebuah hadist Rasulullah SAW, mengatakan bahwa “Barangsiapa yang hari ini lebih buruk daripada hari kemarin, maka celakalah dia. Barangsiapa yang hari ini sama dengan hari kemarin , maka merugilah dia. Barangsiapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka beruntunglah dia”. Artinya jika tidak ingin masuk dalam kategori rugi dalam kehidupan kita, maka kita harus terus berubah dan berkembang. Inilah salah satu alasan mengapa kita harus selalu berkembang.

Dalam perspektif saya, minimal dalam setiap hari kita harus tumbuh 1%. Jika kita hari ini menghasilkan 1000, maka esok kita harus bertumbuh 1%, esoknya lagi bertumbuh 1% dan seterusnya. Kalo setiap hari kita bertumbuh satu persen, maka setahun minimal kita bisa bertumbuh 365%. Kalo kita berjualan 100 produk hari ini, maka bayangkan dalam satu tahun kita bertumbuh 365% dari 100. Seperti itulah yang dikatakan mengapa kita harus bertumbuh. Tuntunan agama terutama islam bahwa setiap orang harus lebih baik dari hari kemarin.  Alasan kedua mengapa harus bertumbuh secara pribadi adalah karena hanya orang-orang yang kita anggap gila apabila mereka ingin mendapatkan hasil yang lebih baik dengan cara yang sama. Artinya apabila kita ingin mencapai sesuatu yang berbeda, maka kita harus melakukan dengan cara-cara yang berbeda. Apabila hasilnya sama, maka tidak berarti kita melakukan cara yang sama dan kita harus mencari sesuatu yang baru. Menciptakan hal-hal yang baru. Memiliki inisiatif, inovasi dan kreativitas sehingga kita juga mendapatkan hasil yang berbeda.

Alasan ketiga mengapa manusia harus bertumbuh adalah jika kita terus bergerak dan terus berubah, maka kita akan selalu hidup. Karena ketika orang tidak lagi bergerak dan berubah, ketika orang tidak lagi berkembang dan bertumbuh, maka dia tidak lebih dari seorang zombie yang pada kelihatannya hidup tapi sebenernya mati. Terus bergerak dan membuat satu tujuan adalah alasan mengapa kita harus selalu bertumbuh. Ketika membuat satu tujuan atau membuat target dalam hidup kita, maka kita akan terus bergerak dan bertumbuh. Apabila kita sebagai manusia tidak memiliki target dan perencanaan dalam hidup, maka kita hanya akan berada pada bagian dari perencanaan orang lain.

Mungkin inilah yang membuat do’a kita tidak mudah terkabul

Kenapa do’a-do’a kita tidak mudah untuk dikabulkan? Terkait dengan hal tersebut, sudah banyak kajian para ulama tentang mengapa do’a-do’a kita tidak mudah untuk dikabulkan. Dalam sebuah buku yang dikarang oleh dr. Murfi yang berjudul “the power of subconscious mind”, sangat inspiratif. Di bab awal-awal buku ini, dr. murfi mengatakan bahwa kenapa do’a-do’a itu tidak segera terwujud menjadi sebuah realita, ada 2 menurutnya. Yang pertama adalah bahwa do’a  itu tidak mudah dikabulkan karena kita tidak merasa yakin kalo do’a itu akan dikabulkan. Kadang kita masih merasa ragu apakah itu mungkin bisa terwujud. Satu yang disampaikan buku ini adalah  apapun yang kita inginkan ataupun mimpi kita, walaupun sulit tapi dalam do’a-do’a kita harus yakin bahwa itu akan terwujud. Sehingga yang terjadi adalah, kita hanya berdo’a tapi kita tidak bisa merasakan  atau menjadikan do’a itu seperti sebuah mimpi yang jadi nyata. Hal kedua yang membuat do’a tidak mudah terkabul adalah ketika kita tidak menghadirkan kenyataan dalam pikiran bawah sadar kita. Bahwa mimpi atau do’a-do’a yang kita panjatkan itu akan menjadi sebuah realitas. Akan menjadi sesuatu yang mungkin akan terwujud dan itu akan terjadi di suatu saat nanti.

Ketika kita sudah meyakini do’a kita dan kita menghadirkan realitas apa yang kita inginkan dalam pikiran bawah sadar kita, maka itu akan mempermudah langkah-langkah kita dalam melakukan kegiatan atau usaha untuk mencapai mimpi dan keinginan kita tersebut. Ada pula hal lain yang tidak terkait dalam buku ini adalah bahwa kita harus memiliki strategi berdo’a.

Strategi berdo’a itu bergantung pada 3 hal, yaitu waktu, tempat dan orang. Waktu adalah dimana kita mengetahui dalam islam, waktu mustajab untuk berdo’a seperti saat shalat shalat tahajjud di sepertiga malam terakhir, ketika waktu diantara adzan dan iqomah, ketika kita berdo’a disaat 10 malam terakhir bulan ramadhan, dan lain-lain. Selain waktu-waktu mustajab untuk berdo’a, kita juga harus mengetahui tempat-tempat yang mustajab yang bisa kita kumandangkan do’a-do’a kita. Kalau kita memiliki rezeki lebih, kita bisa pergi ke tanah suci, baik mekkah maupun madinah, dimana ada tempat-tempat mustajab untuk berdo’a. Tidak hanya waktu dan tempat, kita juga harus pertimbangkan orang untuk dimintakan do’a.

Salah satu orang yang saya rasakan bahwa do’a itu selain kita panjatkan oleh diri kita sendiri, kita bisa meminta orang lain untuk mendo’akan kita. Ini yang dinamakan dalam islam yaitu Tawasul dengan meminta tolong orang lain untuk mendo’akan kita dengan apa yang kita inginkan. Salah satu yang pernah saya lakukan adalah ketika saya ingin berhaji. Sejak tahun 2015 saya berdo’a untuk bisa berhaji pada tahun 2015. Namun ternyata saya belum mendapatkan kesempatan pada tahun itu. Tahun 2016 saya pergi ke tanah suci untuk melaksanakan ibadah umroh. Dan pada saat itulah saya berdo’a agar Allah mewujudkan mimpi saya berhaji pada tahun itu. Namun pada tahun 2016 saya masih belum diberi kesempatan untuk itu. Pada tahun 2017, saya berpikir untuk minta dido’akan oleh orang lain untuk keinginan saya menunaikan ibadah haji. Maka saya meminta Ibu saya untuk mendo’akannya dan saya membiayai Ibu dan bapak saya pergi ke tanah suci untuk Ibadah Umroh. Saya menyelipkan satu kertas yang isinya adalah memohon bantuannya untuk mendo’akan saya agar bisa melaksanakan ibadah haji pada tahun itu. Tahun 2017 saya tunggu dan saya belum mendapatkan kesempatan untuk ibadah haji tahun itu. Maka saya tetap meyakini dan menghadirkan dalam pikiran saya dan khayalan saya bahwa saya akan berangkat ke tanah suci untuk ibadah haji. Alhamdulillah pada tahun 2018 saya dimampukan oleh Allah untuk melaksanakan ibadah haji tanpa menunggu antrian kuota. Demikianlah salah satu contoh bahwa apapun yang kita inginkan, akan menjadi kenyataan, tanpa perlu tahu kapan keinginan itu akan terjadi. Yang penting harus kita yakini dalam alam bawah sadar kita dan terus berdo’a dengan waktu, tempat, dan orang yang bisa kita minta bantuannya untuk mendo’akan kita.

Ternyata, ini dampak dari sikap sok tau terhadap diri kita !

Saya ingin berbagi tentang bagaimana membuang rasa sok tau kita. Rasa sok tau adalah sesuatu yang biasa kita hadapi dan biasa kita lakukan terhadap orang lain. Ketika ada orang yang ingin memberitahu sesuatu, tiba-tiba kita memotongnya seolah-olah kita sudah tau dan akhirnya keliru. Sikap ini bukan monopoli anak muda tapi juga sering menghinggapi orang dewasa baik dia pintar ataupun bodoh, baik dia rajin ataupun pintar. Sikap sok tau ini banyak dimiliki oleh banyak orang, tidak peduli latar belakangnya. Sikap sok tau ini bisa menjadi perangkat yang sangat mematikan.

Orang yang sok tau akan lebih banyak berbicara daripada mendengarkan. Kuncinya adalah ternyata menjadi pendengar yang baik itu tidak mudah. Butuh kebijaksanaan sikap yang luar biasa yang mampu menyingkirkan ego dasar kita. Sifat ego mendasar manusia yang selalu ingin didengarkan dan diperhatikan yang menjadi penyebab seseorang itu kadang menjadi sok tau. Dia lupa bahwa ego ingin selalu didengar itu harus diimbangi oleh orang lain yang mau mendengarkannya. Dengan kita menghilangkan rasa sok tau kita, saya berani menjamin bahwa anda akan menjadi orang yang lebih bijaksana, menjadi yang lebih banyak mendengarkan, dan otomatis akan membuat otak anda lebih banyak terisi .

Intinya adalah kosongkan otak anda ketika anda berhadapan dengan orang lain maka anda akan mendapatkan banyal hal yang baru dari kehidupan anda. Anda akan selalu kembali mengosongkan otak tersebut dan menyisihkan sikap sok tau dan terus menjadi pendengar yang baik. Ingat, selain memiliki dampak positif terhadap langkah langkah kedepan anda. Jadi pendengar yang baik juga memiliki efek samping yang dahsyat dan anda akan lebih disukai oleh orang di sekeliling anda.

Ketahuilah mental pemenang yang harus anda dimiliki

Saat ini kita banyak melihat fenomena di negara kita pasca pemilihan presiden dimana masing-masing kita merasa bahwa pemimpin yang kita pilih adalah pemimpin yang memenangkan pertarungan dalam pilpres ini. Ada sesuatu yang perlu kita ketahui, seperti apakah mental orang yang berpikir  dan apa saja yang harus dimiliki oleh seorang pemenang? Hal pertama yang harus dimiliki oleh seorang pemenang adalah berani mengakui kesalahan. Setiap melakukan sesuatu lalu ternyata salah, kita dengan jantan mengakui kesalahan itu. Kita tidak pernah mencari kambing hitam. Bagi kita, kesalahan-kesalahan tidak bisa ditebus dengan alasan apapun. Justru dari kesalahan tersebut, kita bisa belajar banyak untuk mencoba lagi dan memperbaiki kesalahan tersebut. Lawan daripada sifat menerima kesalahan adalah sifat membantah yaitu selalu menolak disalahkan dengan seribu satu alasan dan biasanya mencari kambing hitam.

Hal kedua yang harus dimiliki seorang pemenang adalah bertanggung jawab. Memang sangat tipis perbedaan antara berani mengakui kesalahan dan berani menanggung resiko atau tanggung jawab. Resiko itu sesungguhnya adalah kesalahan. Akan tetapi tidak semua kesalahan adalah resiko. Jadi calon pemenang, harus berani menanggung semua resiko terhadap apa yang dibuatnya. Bila mental pertama sudah dimiliki yaitu dengan mengakui kesalahan, maka lebih mudah untuk membuat perilaku kita lebih bertanggung jawab.

Hal ketiga yang harus dimiliki oleh seorang pemenang adalah bisa dipercaya atau akuntabel. Segala perbuatan bisa dibuktikan kebenarannya. Dia berjalan diatas rel sesuai aturan. Sesuai dengan janjinya. Sesuai dengan perkataannya. Dia tidak pernah bohong dan tidak pernah mencurigai orang lain. Semuanya bisa dipertanggung jawabkan. Tiga mental ini saling terkait dan saling mempengaruhi. Satu saja tidak dimiliki, maka orang itu tidak memiliki mental pemenang. Dari 3 hal mental seorang pemenang, kita bisa menyatakan bahwa seseorang yang melakukan apapun tentang kecurangan, segala apapun yang dilakukan dengan kebohongan, walaupun dia mendapatkan kemenangan itu, pada dasarnya dia sedang menggali kekalahannya. Dia sedang menggali kehancurannya. Maka bagi kita yang mengetahui mental pemenang adalah kita harus mengakui kesalahan, bertanggung jawab dan dapat dipercaya

Mau seperti apa kamu nanti, coba cek disini

Beberapa waktu yang lalu saya bertemu dengan seorang apoteker bernama mary. Dia bekerja sebagai apoteker di sebuah jaringan apotek besar. Suatu hari ketika dalam sebuah sesi coaching, saya mencoba bertanya padanya “ Seberapa senang kamu dengan pekerjaan yang kamu jalani saat ini ?“ lalu dia menjawab “ Oh saya senang sekali dan baik-baik saja” bahkan dia mengatakan “saya puas dengan salary dan komisi yang saya dapat, bahkan perusahaan memberikan bagi hasil profit yang cukup besar”.

Dia juga mengatakan “ini keberuntungan besar buat saya dan saya akan pensiun dini di usia muda untuk menikmati hidup saya“

Saya terdiam sebentar dan kemudian bertanya lagi “Apa yang menjadi mimpi kamu ketika memutuskan ingin menjadi seorang apoteker?”

dia menjawab “ Saya membayangkan diri saya berada di dalam apotik milik saya sendiri”

Kemudian saya mengatakan “Kenapa tidak mengikuti mimpi kamu aja? Bukankah itu akan membuat kamu lebih produktif dan senang?”

Dia menjawab “bagaimana saya bisa melakukannya ?

Saya katakan “ Apapun yang kamu anggap nyata, maka kamu dapat mewujudkannya”

Kemudian dia (mary) membayangkan bahwa dia sekarang ada di Apotek miliknya sendiri. Secara mental, dia menggambarkan dirinya sedang melayani pelanggan di apotik miliknya. Seperti seorang aktor dia berbicara dengan dirinya sendiri dan bertindak seakan akan dia bergerak, hidup dan berperilaku sebagai pemilik apotek tersebut.

Beberapa tahun kemudian, mary mengirim pesan kepada saya dan mengatakan apa yang terjadi terhadap dia setalah sesi coaching yang pernah dia lakuan bersama saya. Dia kemudian bercerita bahwa dia sudah berpindah kerja sebagai medical representative sebuah perusahaan farmasi dan menjadi area sales manager yang melingkupi beberapa apotik di beberapa kota.

Ada sebuh kota kecil yang ternyata hanya ada satu apotek dan pemiliknya sudah sangat tua dan dia berminat untuk menjual apotek tersebut. Mary membayangkan kembali dia berdiri dan melayani konsumen di apotek miliknya sendiri. Dengan imajinasi yang dia miliki, maka Mary mencoba untuk berbicara dengan sang pemilik. Ternyata sang pemilik mengizinkan mary untuk membeli apotek tersebut dengan bayaran profit yang dihasilkan dari apotek tersebut.

Jadilah mary memiliki apotek sendiri dan dia bekerja keras untuk menghasilkan profit untuk membayar harga yang di tawarkan sang pemilik lama.

anyak dari kita fokus pada apa yang sedang kita kerjakan (doing) bukan ingin seperti apa kita dikemudian hari (being). Ada cara untuk menentukan ingin seperti apa kita dikemudian hari. Pertama dengan mencari pekerjaan yang membuat kita enjoy dan relax melakukannya, kemudian Berbicaralah sebanyak mungkin dengan imajinasi anda.

Ilmu yang kita pelajari sangatlah terbatas namun imajinasi tidak akan pernah ada batasnya 

Disadur dari buku “ The Power of Your Subconcious Mind“ karya Dr. Joseph Murphy

Jangan sampai anda terpenjara mindset ini

 

Dalam sebuah sesi coaching, saya menanyakan kepada coachee mau seperti apa dia beberapa tahun kedepan. Jawabnya “belum tahu” dan dia ingin semuanya mengalir saja. Jawaban “Belum tahu” dan “mengalir saja” menjadi jawaban yang sering ditemukan ketika kita menanyakan “Mau seperti apa anda beberapa tahun ke depan?”

Seperti kebanyakan dari kita yang sangat takut untuk menyebutkan mimpi dan keinginan kita di masa depan, Alasannya karena takut tidak terlaksana dan membuat kecewa. Mindset takut kecewa dipengaruhi beberapa faktor diantaranya:

  • Pengalaman masa lalu yang membuat kecewa
    Masa lalu kita di penuhi dengan kekecewaan. Ikut ujian tidak lulus, buka usaha ditipu orang, beli tanah sertifikat palsu, pinjam meminjam tidak amanah, bahkan trauma masa kecil yang terbawa sampai saat ini dan membentuk mindset kita.
  • Informasi yang diterima
    Salah satu sumber informasi yang masuk adalah bahan bacaan atau buku. Kalau kita suka membaca buku motivasi atau portal bisnis yang memuat banyak motivasi maka itu akan membentuk mindset kita di kemudian hari. Sedangkan membaca novel percintaan yang penuh kekecewaan dalam jangka panjang akan mempengaruhi mindset kita. Maka berhati-hatilah memilih bahan bacaan.
  • Lingkungan penuh kekecewaan.
    Dengan siapa kita bergaul akan mempengaruhi mindset juga. Apabila kita bergaul dengan sekumpulan orang yang sering patah hati dan kecewa, maka isi percakapan dengan mereka adalah rasa kekecewaan dan patah hati. Apabila kita berkumpul dengan orang yang selalu positif maka hawa positif juga akan datang secara tidak langsung. Pilihlah komunitas yang selalu optimis maka anda akan selalu positif.