Mungkin inilah yang membuat do’a kita tidak mudah terkabul

Kenapa do’a-do’a kita tidak mudah untuk dikabulkan? Terkait dengan hal tersebut, sudah banyak kajian para ulama tentang mengapa do’a-do’a kita tidak mudah untuk dikabulkan. Dalam sebuah buku yang dikarang oleh dr. Murfi yang berjudul “the power of subconscious mind”, sangat inspiratif. Di bab awal-awal buku ini, dr. murfi mengatakan bahwa kenapa do’a-do’a itu tidak segera terwujud menjadi sebuah realita, ada 2 menurutnya. Yang pertama adalah bahwa do’a  itu tidak mudah dikabulkan karena kita tidak merasa yakin kalo do’a itu akan dikabulkan. Kadang kita masih merasa ragu apakah itu mungkin bisa terwujud. Satu yang disampaikan buku ini adalah  apapun yang kita inginkan ataupun mimpi kita, walaupun sulit tapi dalam do’a-do’a kita harus yakin bahwa itu akan terwujud. Sehingga yang terjadi adalah, kita hanya berdo’a tapi kita tidak bisa merasakan  atau menjadikan do’a itu seperti sebuah mimpi yang jadi nyata. Hal kedua yang membuat do’a tidak mudah terkabul adalah ketika kita tidak menghadirkan kenyataan dalam pikiran bawah sadar kita. Bahwa mimpi atau do’a-do’a yang kita panjatkan itu akan menjadi sebuah realitas. Akan menjadi sesuatu yang mungkin akan terwujud dan itu akan terjadi di suatu saat nanti.

Ketika kita sudah meyakini do’a kita dan kita menghadirkan realitas apa yang kita inginkan dalam pikiran bawah sadar kita, maka itu akan mempermudah langkah-langkah kita dalam melakukan kegiatan atau usaha untuk mencapai mimpi dan keinginan kita tersebut. Ada pula hal lain yang tidak terkait dalam buku ini adalah bahwa kita harus memiliki strategi berdo’a.

Strategi berdo’a itu bergantung pada 3 hal, yaitu waktu, tempat dan orang. Waktu adalah dimana kita mengetahui dalam islam, waktu mustajab untuk berdo’a seperti saat shalat shalat tahajjud di sepertiga malam terakhir, ketika waktu diantara adzan dan iqomah, ketika kita berdo’a disaat 10 malam terakhir bulan ramadhan, dan lain-lain. Selain waktu-waktu mustajab untuk berdo’a, kita juga harus mengetahui tempat-tempat yang mustajab yang bisa kita kumandangkan do’a-do’a kita. Kalau kita memiliki rezeki lebih, kita bisa pergi ke tanah suci, baik mekkah maupun madinah, dimana ada tempat-tempat mustajab untuk berdo’a. Tidak hanya waktu dan tempat, kita juga harus pertimbangkan orang untuk dimintakan do’a.

Salah satu orang yang saya rasakan bahwa do’a itu selain kita panjatkan oleh diri kita sendiri, kita bisa meminta orang lain untuk mendo’akan kita. Ini yang dinamakan dalam islam yaitu Tawasul dengan meminta tolong orang lain untuk mendo’akan kita dengan apa yang kita inginkan. Salah satu yang pernah saya lakukan adalah ketika saya ingin berhaji. Sejak tahun 2015 saya berdo’a untuk bisa berhaji pada tahun 2015. Namun ternyata saya belum mendapatkan kesempatan pada tahun itu. Tahun 2016 saya pergi ke tanah suci untuk melaksanakan ibadah umroh. Dan pada saat itulah saya berdo’a agar Allah mewujudkan mimpi saya berhaji pada tahun itu. Namun pada tahun 2016 saya masih belum diberi kesempatan untuk itu. Pada tahun 2017, saya berpikir untuk minta dido’akan oleh orang lain untuk keinginan saya menunaikan ibadah haji. Maka saya meminta Ibu saya untuk mendo’akannya dan saya membiayai Ibu dan bapak saya pergi ke tanah suci untuk Ibadah Umroh. Saya menyelipkan satu kertas yang isinya adalah memohon bantuannya untuk mendo’akan saya agar bisa melaksanakan ibadah haji pada tahun itu. Tahun 2017 saya tunggu dan saya belum mendapatkan kesempatan untuk ibadah haji tahun itu. Maka saya tetap meyakini dan menghadirkan dalam pikiran saya dan khayalan saya bahwa saya akan berangkat ke tanah suci untuk ibadah haji. Alhamdulillah pada tahun 2018 saya dimampukan oleh Allah untuk melaksanakan ibadah haji tanpa menunggu antrian kuota. Demikianlah salah satu contoh bahwa apapun yang kita inginkan, akan menjadi kenyataan, tanpa perlu tahu kapan keinginan itu akan terjadi. Yang penting harus kita yakini dalam alam bawah sadar kita dan terus berdo’a dengan waktu, tempat, dan orang yang bisa kita minta bantuannya untuk mendo’akan kita.