Inilah hal yang harus selalu ada pada diri anda

Dalam kenyataan hidup kita saat ini, kadang dihadapkan pada situasi dimana segala sesuatunya sudah kita lakukan. Segala sesuatunya sudah kita upayakan. Tapi apa yang kita harapkan, apa yang kita targetkan belum juga sesuai harapan. Kadang kita berusaha untuk mencapai segala sesuatu yg kita inginkan dengan segala cara yang kita rencanakan. Tapi hasil yang dicapai masih jauh dari apa yang kita ingin capai. Apa yang biasanya muncul dalam diri kita adalah bahwa kita mulai kehilangan motivasi. Kita mulai kehilangan semangat. Kita mulai kehilangan kemampuan kita untuk terus menjalankan dan bekerja sesuai dengan apa yang kita canangkan sebelumnya. Lalu dengan kondisi seperti itu, kita seperti kehilangan apapun, kehilangan inovasi, kehilangan semangat, kehilangan apapun yang kita rasakan. Serasa apa yang kita lakukan adalah sebuah kesia-siaan. Dalam kondisi semacam itu, kita mungkin seperti kondisi yang tidak bisa diubah lagi. Kita seperti sudah ditengah-tengah persimpangan jalan yang rumit dan tidak tau lagi apa yang harus kita dilakukan. Dengan kondisi semacam itu, apa yang tidak boleh hilang dalam diri kita?

Kita boleh kehilangan uang, harta, modal, kita boleh rugi, kita boleh apapun yang terjadi dalam kehidupan kita. Tapi satu hal yang tidak boleh hilang dalam hidup kita adalah harapan. Karena harapan adalah sesuatu yang harus kita pertahankan. Karena harapan adalah sesuatu yang harus kita yakini. Karena Harapan adalah sesuatu yang harus kita pegang teguh dalam hidup kita dan kedepan selalu ada harapan dalam hidup kita. Ketika harapan itu kita pegang dan tidak hilang dalam hidup kita, maka semangat, inovasi, motivasi, perjuangan, dan segala sesuatu yang akan kita lakukan, yang kita capai, yang kita inginkan, yang kita targetkan, akan terus berjalan, bergerak, dan terus mencari celah-celah dimana dia akan bisa memberikan pencapaian dan target yang kita inginkan. So, jangan pernah kehilangan harapan dalam hidup kita.

3 Alasan yang membuat Anda harus tumbuh dan berkembang setiap waktunya

Setiap orang selalu berpikir mengapa kita harus berkembang sebagai individu? Mengapa kita harus meningkatkan performa kita setiap waktu? Mengapa kita harus selalu meningkatkan kemampuan kita setiap waktu? Minimal ada 3 hal yang menuntut kita secara pribadi untuk selalu bertumbuh dari waktu ke waktu. Alasan pertama adalah tuntunan agama. Dalam sebuah hadist Rasulullah SAW, mengatakan bahwa “Barangsiapa yang hari ini lebih buruk daripada hari kemarin, maka celakalah dia. Barangsiapa yang hari ini sama dengan hari kemarin , maka merugilah dia. Barangsiapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka beruntunglah dia”. Artinya jika tidak ingin masuk dalam kategori rugi dalam kehidupan kita, maka kita harus terus berubah dan berkembang. Inilah salah satu alasan mengapa kita harus selalu berkembang.

Dalam perspektif saya, minimal dalam setiap hari kita harus tumbuh 1%. Jika kita hari ini menghasilkan 1000, maka esok kita harus bertumbuh 1%, esoknya lagi bertumbuh 1% dan seterusnya. Kalo setiap hari kita bertumbuh satu persen, maka setahun minimal kita bisa bertumbuh 365%. Kalo kita berjualan 100 produk hari ini, maka bayangkan dalam satu tahun kita bertumbuh 365% dari 100. Seperti itulah yang dikatakan mengapa kita harus bertumbuh. Tuntunan agama terutama islam bahwa setiap orang harus lebih baik dari hari kemarin.  Alasan kedua mengapa harus bertumbuh secara pribadi adalah karena hanya orang-orang yang kita anggap gila apabila mereka ingin mendapatkan hasil yang lebih baik dengan cara yang sama. Artinya apabila kita ingin mencapai sesuatu yang berbeda, maka kita harus melakukan dengan cara-cara yang berbeda. Apabila hasilnya sama, maka tidak berarti kita melakukan cara yang sama dan kita harus mencari sesuatu yang baru. Menciptakan hal-hal yang baru. Memiliki inisiatif, inovasi dan kreativitas sehingga kita juga mendapatkan hasil yang berbeda.

Alasan ketiga mengapa manusia harus bertumbuh adalah jika kita terus bergerak dan terus berubah, maka kita akan selalu hidup. Karena ketika orang tidak lagi bergerak dan berubah, ketika orang tidak lagi berkembang dan bertumbuh, maka dia tidak lebih dari seorang zombie yang pada kelihatannya hidup tapi sebenernya mati. Terus bergerak dan membuat satu tujuan adalah alasan mengapa kita harus selalu bertumbuh. Ketika membuat satu tujuan atau membuat target dalam hidup kita, maka kita akan terus bergerak dan bertumbuh. Apabila kita sebagai manusia tidak memiliki target dan perencanaan dalam hidup, maka kita hanya akan berada pada bagian dari perencanaan orang lain.

Mungkin inilah yang membuat do’a kita tidak mudah terkabul

Kenapa do’a-do’a kita tidak mudah untuk dikabulkan? Terkait dengan hal tersebut, sudah banyak kajian para ulama tentang mengapa do’a-do’a kita tidak mudah untuk dikabulkan. Dalam sebuah buku yang dikarang oleh dr. Murfi yang berjudul “the power of subconscious mind”, sangat inspiratif. Di bab awal-awal buku ini, dr. murfi mengatakan bahwa kenapa do’a-do’a itu tidak segera terwujud menjadi sebuah realita, ada 2 menurutnya. Yang pertama adalah bahwa do’a  itu tidak mudah dikabulkan karena kita tidak merasa yakin kalo do’a itu akan dikabulkan. Kadang kita masih merasa ragu apakah itu mungkin bisa terwujud. Satu yang disampaikan buku ini adalah  apapun yang kita inginkan ataupun mimpi kita, walaupun sulit tapi dalam do’a-do’a kita harus yakin bahwa itu akan terwujud. Sehingga yang terjadi adalah, kita hanya berdo’a tapi kita tidak bisa merasakan  atau menjadikan do’a itu seperti sebuah mimpi yang jadi nyata. Hal kedua yang membuat do’a tidak mudah terkabul adalah ketika kita tidak menghadirkan kenyataan dalam pikiran bawah sadar kita. Bahwa mimpi atau do’a-do’a yang kita panjatkan itu akan menjadi sebuah realitas. Akan menjadi sesuatu yang mungkin akan terwujud dan itu akan terjadi di suatu saat nanti.

Ketika kita sudah meyakini do’a kita dan kita menghadirkan realitas apa yang kita inginkan dalam pikiran bawah sadar kita, maka itu akan mempermudah langkah-langkah kita dalam melakukan kegiatan atau usaha untuk mencapai mimpi dan keinginan kita tersebut. Ada pula hal lain yang tidak terkait dalam buku ini adalah bahwa kita harus memiliki strategi berdo’a.

Strategi berdo’a itu bergantung pada 3 hal, yaitu waktu, tempat dan orang. Waktu adalah dimana kita mengetahui dalam islam, waktu mustajab untuk berdo’a seperti saat shalat shalat tahajjud di sepertiga malam terakhir, ketika waktu diantara adzan dan iqomah, ketika kita berdo’a disaat 10 malam terakhir bulan ramadhan, dan lain-lain. Selain waktu-waktu mustajab untuk berdo’a, kita juga harus mengetahui tempat-tempat yang mustajab yang bisa kita kumandangkan do’a-do’a kita. Kalau kita memiliki rezeki lebih, kita bisa pergi ke tanah suci, baik mekkah maupun madinah, dimana ada tempat-tempat mustajab untuk berdo’a. Tidak hanya waktu dan tempat, kita juga harus pertimbangkan orang untuk dimintakan do’a.

Salah satu orang yang saya rasakan bahwa do’a itu selain kita panjatkan oleh diri kita sendiri, kita bisa meminta orang lain untuk mendo’akan kita. Ini yang dinamakan dalam islam yaitu Tawasul dengan meminta tolong orang lain untuk mendo’akan kita dengan apa yang kita inginkan. Salah satu yang pernah saya lakukan adalah ketika saya ingin berhaji. Sejak tahun 2015 saya berdo’a untuk bisa berhaji pada tahun 2015. Namun ternyata saya belum mendapatkan kesempatan pada tahun itu. Tahun 2016 saya pergi ke tanah suci untuk melaksanakan ibadah umroh. Dan pada saat itulah saya berdo’a agar Allah mewujudkan mimpi saya berhaji pada tahun itu. Namun pada tahun 2016 saya masih belum diberi kesempatan untuk itu. Pada tahun 2017, saya berpikir untuk minta dido’akan oleh orang lain untuk keinginan saya menunaikan ibadah haji. Maka saya meminta Ibu saya untuk mendo’akannya dan saya membiayai Ibu dan bapak saya pergi ke tanah suci untuk Ibadah Umroh. Saya menyelipkan satu kertas yang isinya adalah memohon bantuannya untuk mendo’akan saya agar bisa melaksanakan ibadah haji pada tahun itu. Tahun 2017 saya tunggu dan saya belum mendapatkan kesempatan untuk ibadah haji tahun itu. Maka saya tetap meyakini dan menghadirkan dalam pikiran saya dan khayalan saya bahwa saya akan berangkat ke tanah suci untuk ibadah haji. Alhamdulillah pada tahun 2018 saya dimampukan oleh Allah untuk melaksanakan ibadah haji tanpa menunggu antrian kuota. Demikianlah salah satu contoh bahwa apapun yang kita inginkan, akan menjadi kenyataan, tanpa perlu tahu kapan keinginan itu akan terjadi. Yang penting harus kita yakini dalam alam bawah sadar kita dan terus berdo’a dengan waktu, tempat, dan orang yang bisa kita minta bantuannya untuk mendo’akan kita.