Penting ! Ini rahasia menghadapi krisis dalam pertumbuhan bisnis

Pada siang hari ini, hari dimana kita sebagai muslim laki-laki selalu menjalankan ibadah shalat jum’at dan insyaAllah hari ini adalah hari yang penuh keberkahan buat kita,terutama buat umat islam. Hari ini saya akan berbagi tentang pertumbuhan dan krisis. Pada waktu awal bisnis kita membangun dan masih dalam skala yang kecil , maka kita selalu merasakan bahwa segala sesuatu yang terjadi sebagian besar adalah timbul dan berjalan dengan kreativitas yang kita miliki sebagai pemilik. Ketika kreativitas itu akhirnya dapat memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan bisnis yang kita miliki, maka biasanya terjadi sebuah krisis yaitu krisis kepemimpinan. Dimana seorang pemilik kadang tidak memiliki kemampuan leadership yang baik sehingga tim yang sudah terbentuk, tidak begitu optimal, tidak begitu bisa digerakkan, sehingga produktivitas mereka menurun. Ketika produktivitas menurun, maka hal itu akan mengancam pertumbuhan. Hal yang biasanya kita lakukan sebagai pemilik adalah kita mengangkat atau mencari seorang pemimpin.

Pada beberapa perusahaan yang dimiliki oleh pribadi yang mengalami krisis kepemimpinan, mereka kemudian mencoba mencari profesional yang bisa memimpin dan memperbaiki perusahaan yang dia miliki. Ketika kepemimpinan sudah didapat dan pertumbuhan perusahaan kembali berkembang, maka seorang pebisnis akan mengharapkan seorang pemimpin itu memberi arahan, sehingga perusahaan akan bertumbuh dari arahan seorang pemimpin. Perusahaan akan bertumbuh dengan arahan-arahan yang baik sesuai strategi dan direction yang akan memberikan kejelasan dari arah sebuah perusahaan. Namun apa yang terjadi biasanya setelah perusahaan bertumbuh dengan direction yang jelas, maka terjadi lah krisis lagi dimana seorang pemimpin biasanya kemudian dia sudah memiliki pemimpin-pemimpin dibawahnya. Dia memiliki manager dan supervisor dibawahnya. Maka yang akan terjadi adalah sebuah krisis yang disebut krisis otonomi. Dimana setiap manajer merasa bahwa mereka membutuhkan kebebasan. Mereka membutuhkan sebuah ruang yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan ide-ide mereka. Ketika hal itu tidak dapat dipenuhi, maka biasanya perusahaan akan mengalami penurunan produktivitas. Dan pada saat itulah, ketika terjadi krisis otonomi. Kita berusaha melakukan revolusi dengan memberikan otonomi kepada pemimpin-pemimpin dibawahnya. Dengan memberikan otonomi tersebut, maka pertumbuhan itu akhirnya terjadi dengan memberikan delegasi-delegasi. Delegasi pekerjaan, delegasi otoritas, delegasi kepemimpinan kepada pemimpin-pemimpin dibawahnya. Ketika hal itu sudah terjadi, maka biasanya perusahaan akan terus bertumbuh. Karena dengan pendelegasian itu, setiap orang memiliki kepercayaan diri yang kuat dan memiliki kemampuan untuk bisa membangun kreativitas dan membangun visi mereka di dalam perusahaan.

Ketika pertumbuhan melalui delegasi ini berjalan, maka akan terjadi krisis berikutnya yaitu krisis controlling. Delegasi yang begitu kuat menimbulkan kepercayaan yang begitu kuat. Ada sisi lain yang biasanya lupa dari sebuah institusi sebuah perusahaan yaitu sistem kontrol. Dari sini biasanya terjadi penyimpangan-penyimpangan. Karena kita tidak mengetahui apa yang dilakukan bawahan-bawahan kita. Kita tidak bisa lagi memantau apa yang dilakukan pemimpin-pemimpin dibawah, yang mana mereka memiliki hak untuk melakukan sesuatu dengan otoritas yang telah kita berikan. Pertumbuhan dengan krisis kontrol ini biasanya diselesaikan dengan melakukan revolusi lagi yaitu dengan koordinasi. Maka dibangun lah sistem yang canggih yaitu sistem koordinasi dimana setiap layer dari organisasi, mereka harus meminta persetujuan dari layer-layer di atasnya. Namun hal ini menyebabkan krisis baru yaitu krisis birokrasi. Karena semakin besar perusahaan, maka semakin panjang jalur birokrasi yang harus kita jalankan. Sehingga perusahaan itu tidak flesibel. Perusahaan itu tidak memiliki kebebasan. Perusahaan itu tidak bisa berkompetisi dengan baik dan akhirnya yang terjadi adalah inovasi dan kreativitas yang juga akan menurun. Hal ini yang menyebabkan perusahaan akan jatuh apabila tidak diatasi dengan baik.

Untuk mengatasi krisis birokrasi yang dialami oleh sebuah perusahaan, maka saat ini kita melihat trend baru didalam organisasi bisnis. Mereka tidak memaksakan diri untuk besar dengan menggunakan sistem koordinasi, karena akhirnya koordinasi itu akan menghambat perjalanan mereka sendiri. Maka sistem yang dibangun sekarang adalah dengan melakukan kolaborasi. Apa itu kolaborasi? Kolaborasi tidak lagi menggunakan kontrol yang sifatnya formal untuk membangun sebuah bisnis. Tapi kontrol sosial dan kedisiplinan pribadi akan menggantikan kontrol formal yang selama ini kita ketahui. Selain itu, pertumbuhan yang diberikan oleh sistem kolaborasi ini adalah segala sesuatu yang dilakukan dengan spontanitas tindakan. Kita akan bertindak dengan cepat apabila sebagian besar perusahaan yang ada dalam sistem kolaborasi tersebut menganggap bahwa suatu bisnis/proyek dapat dikerjakan bersama-sama dengan resources yang mereka miliki dan mereka berkolaborasi untuk menghasilkan capaian bersama. Dengan sistem kolaborasi, pengelolaan tim lebih besar kepada bagaimana mereka menyelesaikan masalah perbedaan individu didalam sebuah kolaborasi tersebut.

Luangkan waktu anda selama 3 menit untuk belajar tentang waktu

Pada kesempatan ini, saya sedang berada di sebuah eksekutif room di salah satu hotel d kota Depok. Saya baru saja menyelesaikan sebuah meeting besar yang melibatkan beberapa temen bisnis. Dua hari yang lalu, saya memimpin sebuah perhelatan dari sebuah organisasi pengusaha-pengusaha outsourcing yang ada d indonesia. Saya memimpin musyawarah nasional untuk memilih ketua umum dan mendengarkan pertanggungjawaban dari ketua umum sebelumnya. Apa yang saya tangkap dari kegiatan saya beberapa hari ini adalah saya merasa bahwa apa yang dilakukan oleh manusia pada intinya adalah berbicara tentang masa lalu, masa kini, dan masa depan.

Ketika seseorang berbicara tentang masa lalu, maka hal yang muncul adalah suatu keberhasilan, kesuksesan, kegagalan, ataupun kekecewaan. Ketika berbicara tentang masa kini, maka mereka berbicara tentang apa yang mereka dapat lakukan secara baik dan maksimal. Dan ketika berbicara tentang masa depan, maka seseorang akan menunjukkan mimpi,rencana, dan capaian yang akan dihadirkan beberapa tahun kedepan.

Berbicara tentang masa lalu, kita selalu merasa bahwa masa lalu tidak akan pernah kembali dan masa depan tidak akan pernah kita ketahui. Yang bisa kita jalankan hari ini adalah masa kini, dimana masa kini adalah masa dimana kita harus memaksimalkan kinerja yang dapat kita lakukan. Apa yang kita dapat hari ini adalah apa yang kita kerjakan di masa lalu.
Masa lalu tidak akan pernah kembali. Keberhasilan ataupun kegagalan dimasa lalu bukan berarti akhir dari segalanya. Setiap keberhasilan memunculkan rasa syukur kita kepada Allah SWT. Dan ketika kita mendapatkan kegagalan, bukan berarti kita tidak akan mendapatkan kesuksesan. Namun kita bisa belajar dari kegagalan itu. Berusaha untuk bekerja lebih baik dan merencanakan mimpi-mimpi di masa depan.

Cara yang dapat dilakukan untuk menjadi lebih baik dari masa lalu adalah kita harus bisa menikmati hidup ini apapun kondisinya. Kemudian cobalah untuk sebanyak mungkin berbicara dengan imajinasi kita. Albert einsten, salah satu ilmuwan penemu nuklir mengatakan bahwa pengetahuan adalah sesuatu yang terbatas, tetapi imajinasi tidak pernah akan terbatas. Dengan imajinasi kita dapat merubah dunia, diri kita, dan apapun yang kita inginkan.

Kita harus bisa berdamai dengan masa lalu, memaksimalkan apa yang kita miliki di masa kini dan menyusun dengan baik perencanaan di masa depan. Munculkan imajinasi-imajinasi baru yang memberikan manfaat kepada kita, orang-orang disekitar kita serta masyarakat dunia secara luas.