Kesalahan Sederhana Tapi Fatal yang Bisa Menghancurkan Bisnis Anda

Saya mempunyai rekan kerja di Organisasi Bisnis Alhidayah Indonesia. Dimana dia juga sama seperti saya, pengusaha outsourcing di Indonesia. Setahun yang lalu, dia mengatakan bahwa bisnisnya sedang tidak baik. Dia sedang membutuhkan suntikan modal baru. Dia menawarkan kepada saya untuk menjadi investor atau mengambil alih perusahaan. Saya tidak begitu saja percaya pada saat itu dan saya coba meminta data-data dan pembukuan yang dia miliki. Namun saya cukup terkejut, karena dia tidak memiliki pembukuan. Dia tidak memiliki pencatatan yang baik, sehingga saya tidak bisa menentukan apakah kinerja perusahaan ini baik atau buruk. Kemudian dia mengatakan bahwa dia bisa memberikan data-data kontrak dan invoice yang outstanding. Saya katakan padanya, bahwa pencatatan itu sangatlah penting bagi kinerja sebuah perusahaan. Lalu dia mengatakan bahwa dia hanya butuh modal untuk menggulirkan bisnis ini. Kemudian saya meminta dia untuk menunjukkan invoice-invoice yang ada saat ini.

Saya kembali dibuat terkejut. Setelah saya lihat dibawah invoice-invoice yang ada, bank yg dicantumkan dalam invoice adalah bank dengan nama perusahaan yang berbeda, bukan perusahaan dia sendiri. Kemudian saya menanyakan terkait hal ini. Dia katakan bahwa invoice yang dia miliki sebenarnya sudah digadaikan juga kepada pihak lain. Lalu saya bertanya lagi terkait apakah dia memiliki sesuatu untuk dijadikan jaminan bahwa perusahaannya mampu mengembalikan investasi yang ada. Dia menjawab bahwa dia memiliki banyak potensi-potensi bisnis. Dia mempunyai potensi bisnis pengiriman tenaga kerja ke jepang, bisnis uji psikotes dan dia menjabarkan potensi-potensi bisnis yang lainnya.

Akhirnya saya katakan bahwa dengan kondisi seperti ini, nampaknya sulit untuk berinvestasi pada perusahaannya. Saya menawarkan solusi untuk menutup perusahaan itu dan dia membangun perusahaan yang baru. Lalu saya menawarkan diri apabila itu yang dilakukan, maka saya mau berinvestasi. Akan tetapi, dia menyayangkan jika perusahaan ini harus ditutup. Alasannya karena perusahaan ini sudah lama dan sudah berjalan cukup baik.  Kemudian saya sampaikan pendapat saya, bahwa perusahaan ini hanya tinggal menunggu akhirnya dan masa dimana perusahaan ini akan bangkrut.

Hari ini, saya bertemu dengan rekan saya ini dalam pertemuan munas pemilihan ketua umum sebuah organisasi. Dia nampaknya tidak berani berbicara dengan saya. Karena beberapa hari yang lalu, dia mengirim pesan melalui Whatsapp yang menyatakan bahwa rumahnya sekarang dalam proses lelang oleh bank. Hampir selama 6 bulan lebih, dia tidak sanggup untuk membayar cicilan kepada bank.

Dari cerita diatas ada yang bisa kita pelajari, bahwa segala sesuatu yang dulu kita anggap sebagai suatu hal yang tidak terlalu penting, mungkin itu menjadi sesuatu yang penting dan jadi prioritas. Pencatatan dan pembukuan adalah hal yang penting untuk kita miliki sebelum mengembangkan perusahaan dan menggali potensi penjualan yang kita punya. Karena tanpa pencatatan, kita tidak tahu kemana arah kita. Seperti saat kita berjalan, kita tidak tau arah tujuan kita dan akhirnya kita tersesat. Pengalaman ini saya bagikan, agar kita bisa memahami bahwa pembukuan, pencatatan, dan pemahaman kita terhadap keuangan merupakan suatu hal yang penting. Sehingga langkah-langkah kita lebih strategis dan terarah. Sehingga kesuksesan kita, akan terukur dengan baik.