Coba kendalikan faktor ini, maka Anda akan merasakan efek yang luar biasa

Dalam kehidupan keseharian kita, kadang kita merasa bahwa rekan bisnis membuat kita merasa kesal,  jengkel dan kecewa. Seperti ketika kita menjadwalkan sebuah pertemuan bisnis dengan seseorang yang tiba-tiba tidak datang atau datang tidak tepat waktunya. Maka ada perasaan yang sangat  mengganjal dalam diri kita. Kadang kita merasa kesal, kadang kita merasa mereka tidak menghargai waktu kita. Kita sering merasa bahwa orang tersebut tidak profesional dan sebagainya. Apakah anda mempresentasikan dalam benak anda bahwa alasan tidak hadir atau tidak tepat waktu karena mereka tidak peduli? atau apakah anda menafsirkan bahwa apa yang mereka lakukan karena mereka tidak memiliki kepedulian terhadap diri kita?. Apapun yang menjadi fokus anda, tentunya akan menjadi sesuatu yang mempengaruhi emosi anda.

 

Bagaimana kemudian cara anda dapat mengendalikan fokus anda? Cara yang paling ampuh untuk mengendalikan fokus adalah dengan menggunakan pertanyaan. Pertama, apapun yang ditanyakan, otak anda akan memberikan jawabannya. Kedua, apapun yang anda cari, anda akan leluasa menemukannya. Apabila anda bertanya pada diri anda, mengapa orang ini selalu memanfaatkan diri anda? Anda akan fokus bagaimana cara anda dimanfaatkan. Apakah itu benar atau salah. Namun kalau anda ubah fokus pertanyaannya menjadi bagaimana aku bisa merubah ini, maka anda akan mendapatkan jawaban yang lebih memberdayakan. Pertanyaan itu demikian ampuhnya untuk mengubah kehidupan anda. Sehingga kita bisa mengubah fokus kita ataupun yang menjadi emosi dan perasaan anda.

Jangan sampai Anda terperangkap hal ini sampai lupa merancang kehidupan

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kadang apa yang kita pikirkan dan kita kerjakan hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kebanyakan dari kita, hanya berpikir bagaimana membayar rekening dan tagihan-tagihan kita. Segalanya asal lewat dan bertahan. Apakah menurut anda, sasaran dan target seperti itu yang memberi anda kemampuan untuk menggali sumberdaya dalam diri anda yang sangat besar?. Harus diingat bahwa target kita buat akan mempengaruhi diri kita. Kita tidak sadar bahwa kehidupan kita sehari-hari seperti sebuah tanaman dengan benih-benih yang kita inginkan, yang kita tanam di kebun-kebun kita. Dimana kita harus memilih benih-benih yang baik. Dari benih-benih yang kita tanam, tidak semuanya benih-benih itu akan hidup. Dari benih-benih yang kita tanam, mungkin hanya beberapa saja yang kemudian menjadi pohon. Kemudian pohon itu yang menghasilkan buah yang lebat. Buah-buah tersebut kita petik dan kita nikmati. Tanaman itu kita tunggu dari waktu ke waktu dan musim ke musim. Dia akan terus tumbuh dan menghasilkan buah yang banyak.

 

Kehidupan kita kalau hanya sekedar mencari nafkah, maka tidak lebih seperti ilalang. Walau tidak kita inginkan dan diamkan saja , ilalang akan tumbuh. Hidup kita bukan seperti ilalang. Hidup kita adalah sebuah perencanaan. Hidup kita adalah target-target besar. Hidup kita adalah motivasi untuk terus menjadi besar dan itulah yang disebut dengan merancang kehidupan. Kita harus mencoba untuk keluar dari zona nyaman. Kita harus mencoba untuk terus bergerak seperti sebuah sepeda. Ketika kita tidak bergerak, maka kita akan terjatuh. Maka apa yang kita lakukan? Terus bergerak dan bergerak. Kita tidak harus berputus asa karena ada beberapa tembok yang menghalangi kita. Karena tembok itu bisa kita daki. Kita tidak harus berhenti karena ada sungai yang deras dan mengalir di depan kita. Karena kita punya perahu, kita punya tali, kita punya apapun yang bisa kita lakukan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Hidup bukan hanya untuk mencari nafkah, tapi juga merancang kehidupan.

Melanggar aturan diperlukan untuk melakukan hal ini, Apakah Itu?

Kadang kita berpikir bahwa semua hal yang ingin kita lakukan, banyak terbentur dengan yang disebut dengan peraturan. Ketika kita ingin melakukan sesuatu dalam lingkup negara, maka kita terbentur dengan peraturan undang-undang. Ketika kita ingin melakukan sesuatu dilingkup daerah, maka kita terbentur dengan peraturan daerah. Bahkan ketika kita ingin melakukan sesuatu di sebuah perusahaan, maka kita terbentur dengan peraturan-peraturan di perusahaan tersebut. Sejauh mana kita bisa berhenti untuk berinovasi? sejauh mana kita kemudian harus berhenti ketika semua aturan-aturan tersebut membelenggu diri kita sebagai seorang yang memiliki kreativitas dan ingin melakukan revolusioner dalam kehidupan diri maupun berbisnis.

 

Terinspirasi dari buku yang berjudul “Berpikir cara Einstein” beberapa waktu silam. Ketika Einstein menemukan sebuah rumus yang kita kenal dengan E= MC2. Penemuan tersebut tidak akan pernah terjadi apabila einsten kemudian berhenti karena aturan-aturan yang ada di sekelilingnya. Peraturan-peraturan yang ada pada saat itu menyebabkan dia harus keluar dari sekolahnya. Peraturan-peraturan yang membuatnya harus tersingkir dari kelompok ilmuwan yang dia ikuti. Dia harus keluar dan divonis sebagai orang yang tidak memiliki integritas. Namun yang terjadi adalah dia akhirnya menemukan sebuah penemuan besar yang akhirnya diakui oleh ilmuwan-ilmuwan dunia. Einstein pernah mengalami sebuah kondisi dimana dia sangat rendah dalam menyelesaikan masalah-masalah keilmuannya. Sehingga dia mengatakan bahwa kemampuannya untuk memecahkan masalah menurun ketika pengetahuannya meningkat. Inovasinya dirasakan berada pada titik tertinggi ketika pengetahuannya justru paling rendah.

 

Orang bersedia melanggar aturan atau mampu memecahkan masalah yang mustahil ketika dia bisa melanggar aturan yang ada di sekelilingnya. Kalau melanggar aturan adalah rahasia kejeniusan Einstein, seharusnya kita dapat memperkirakan bahwa daya memecahkan masalah akan menurun kalau kita tidak melanggar aturan dan itulah yang persisnya terjadi. Apa yang kita tangkap dari cerita Einstein tadi adalah bahwa bukan berarti kita harus melanggar aturan moral. Aturan-aturan yang dibuat oleh manusia dan bukan aturan tuhan sebenarnya bisa kita siasati. Jangan sampai karena peraturan-peraturan tersebut kita harus terhenti dari inovasi, kreativitas dan target-target kita. Apa yang kita pelajari disini adalah bahwa kita harus terus mencoba mencari jalan, walaupun pada akhirnya kita harus menerabas aturan. Setiap aturan mengandung resiko tetapi kita harus memiliki keteguhan hati bahwa apa yang kita lakukan untuk kebaikan dan kemaslahatan banyak orang.

Beda cara Sama Hasil, Kok Bisa?

Saya ingin berbagi kepada teman-teman semua dipagi ini tentang satu hal dalam bekerja yaitu cara bisa berbeda, tapi hasil bisa sama. Dalam kehidupan berbisnis dan ketika kita menjalankan kehidupan kita sehari-hari, kadang kita melihat banyak orang melakukan pekerjaan yang menurut kita itu tidak sesuai dengan gaya dan apa yang kita harapkan dari mereka. Ada seseorang yang bekerja terlihat begitu serius dan santainya, tapi hasil yang didapatkan begitu luar biasa. Kadang kita melihat, dia juga begitu keras untuk mendapatkan hasil yang sempurna. Kita juga kadang melihat orang yang bekerja terlihat begitu cuek dan tidak terlihat bekerja namun menghasilkan pencapaian-pencapaian yang luar biasa.

Semua orang bekerja dengan cara yang berbeda-beda. Dalam bekerja, kita semua mengambil jalan yang berbeda-beda dan menggunakan metode yang berlainan. Ada sebagian orang bergerak secara perlahan, untuk kemudian melesat tiba-tiba guna menyelesaikan tugas-tugasnya. Ada juga Sebagian lainnya langsung membuat putusan namun lambat dalam menerapkannya. Hasilnya banyak yang mendapatkan hasil kerja yang sama meskipun cara yang mereka lakukan berbeda-beda. Maka dari itu, sering kali hasil bisa sama, yang berbeda adalah cara dan gaya yang dilakukannya.

Percaya atau tidak, inilah jika menjadikan Uang sebagai tujuan utama berbisnis

Pada kesempatan ini, saya ingin berbagi tentang “Uang hanya imbas tapi bukan nilai akhir”. Saya bukan orang yang mengabaikan arti pentingnya uang . Karena saya menganggap bahwa uang adalah hal yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan kita. Kadang orang mengasosiasikan segala sesuatunya itu dengan uang dan uang telah memberi kehidupan luar biasa kepada kebanyakan orang.

Namun menghasilkan uang, jangan menjadi tujuan utama. Karena jika demikian, anda malah akan kekurangan dalam bidang yang lainnya. Dalam kenyataannya, kebanyakan diantara kita membutuhkan uang. Kita harus membayar tagihan-tagihan dan membeli kebutuhan lainnya. Namun, tujuan lain seperti kepuasan yang diperoleh dari pekerjaan dan tantangan yang kita hadapi dalam kehidupan dan pekerjaan bisa jadi tidak kalah penting dan bahkan lebih penting dari uang. Lalu masih adakah kebahagiaan yang dapat kita peroleh dari membantu orang lain? Kesempatan untuk belajar? atau Kesempatan untuk tumbuh dan berhubungan dengan banyak orang. Dan kita bisa mendapatkan banyak hal dari kegiatan-kegiatan tersebut.

Pandanglah apapun dalam kehidupan anda sebagai sebuah usaha jangka panjang yang akan menyibukkan anda sepanjang hidup. Berusahalah membangun untuk masa depan dan pertimbangkan tujuan lain selain daripada uang. Pertimbangkan untuk membangun bisnis dan reputasi anda dalam jangka panjang. Bangunlah hubungan yang luas dan berinvestasilah pada kepuasan pribadi anda. Dan berikan pekerjaan anda yang dapat memberikan manfaat bagi banyak orang.

Meminta bukanlah mengemis, Simak disini penjelasannya

Di pagi ini, saya ingin berbagi satu hal tentang “Meminta”. Dalam kehidupan kita sehari-hari, kadang perkataan meminta merupakan perkataan yang berat buat kita. Ketika kita meminta, banyak sekali perasaan yang muncul setelah itu, seperti perasaan apakah permintaan itu akan dikabulkan atau Perasaan bahwa meminta itu seperti sesuatu yang rendah. Terkadang meminta dalam pikiran kita adalah sesuatu yang mengganggu orang lain dan merupakan sesuatu hal yang buruk.

Ketika seorang bayi masih menyusu kepada ibunya, kita sering memperhatikan seorang bayi tersebut menangis dan meminta. Pada saat itu, dia tidak pernah berprasangka bahwa tidak ada orang yang akan datang atau bahkan ibunya sendiri untuk menolong dia. Dia terus meminta dan menangis sampai keinginannya datang. Saat mereka menangis, walaupun bukan ibu mereka yang datang, maka akan ada orang yang datang padanya. Mungkin neneknya, kakaknya, atau pamannya, yang secara tidak langsung memberitahukan kepada ibunya bahwa anak tersebut menangis. Kemudian Ibunya datang dengan ASI nya dan setelah itu anaknya mulai berhenti menangis. Dari gambaran masa kecil itu, kita bisa melihat bahwa seorang bayi, mereka meminta dan terus meminta bahkan meraung untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Mereka tidak pernah berpikir bahwa meminta adalah sesuatu yang berat. Bagi mereka, meminta adalah sesuatu hal yang digunakan untuk bertahan hidup. Tanpa menangis atau meraung, maka bayi akan sulit untuk mendapatkan makanan atau yang mereka inginkan. Karena hanya itu yang bisa mereka lakukan.

Kembali pada realitas kita dalam kehidupan sehari-hari ataupun dalam bisnis, maka sebenarnya meminta adalah sesuatu hal yang biasa atau wajar. Jika kita mengimplementasikan meminta ini dalam aspek bisnis atau dalam kegiatan kita menjual, maka meminta adalah hal yang wajar. Kita bisa meminta klien untuk datang dan bertemu. Kita bisa meminta klien untuk merespon proposal kita. Kita bisa meminta karyawan untuk perform atau kita juga bisa meminta karyawan untuk lebih produktif. Kata meminta bukan sebuah kata yang negatif. Kata “meminta” adalah kata dimana kita berusaha untuk bisa bertahan hidup. Kata “meminta” adalah sesuatu hal yang bisa kita gunakan untuk meningkatkan penjualan kita. Dan meminta dapat kita gunakan juga untuk meningkatkan performance tim kita.

Kenapa “meminta” menjadi hal yang negatif? Pertama, sejak kita menginjak dewasa, maka orang tua sering mengatakan “jangan banyak meminta” atau “jangan banyak menuntut”. Kata-kata itu terus masuk dalam mindset kita dan menyebabkan ini menjadi mental block. Dimana kata meminta selalu menjadi kata yang negatif. Karena kata “meminta” adalah kata yang menyulitkan dan menyusahkan orang lain. Kata meminta juga diintepretasikan terhadap dua hal, ditolak atau diterima. Dalam kehidupan masa kecil kita, lebih banyak permintaan itu yang ditolak dibandingkan yang diterima. Jawaban “tidak” lebih banyak daripada kata “iyaa”. Tapi sebenarnya kata “tidak”, bukan berarti bahwa seserang tidak memenuhi permintaannya. Kata “tidak” mungkin berati tidak untuk saat ini. Kata “tidak” mungkin tidak untuk ditempat ini.

Kata “meminta” bisa digunakan untuk melakukan penjualan. Kata “meminta” bisa juga digunakan untuk memperbaiki performance perusahaan. Maka gunakanlah kata “meminta” dengan sebaik-baiknya dan sebanyak-banyaknya. Karena Allah mengatakan apabila Engkau meminta, maka Allah akan mengabulkannya. Kata “meminta” adalah kata yang tidak pernah dikatakan negatif, karena kata “meminta” adalah kata mendorong kita untuk bertahan hidup.

Pelajari hal ini agar bisnis anda bisa terus bertahan dalam waktu lama

Pagi tadi saya mengadakan satu sesi coaching dengan salah satu coachee saya. Satu hal yang dia ceritakan adalah ketika dia membuka beberapa bisnis dan ketika dia membuka bisnis yg pertama, kemudian dia tutup. Dia membuka lagi bisnis yang kedua, kemudian dia juga harus tutup bisnisnya. Beberapa bisnis lainnya dia buka dan hampir sama nasibnya bahwa bisnis tersebut tidak berlanjut. Sekarang dia sudah memiliki bisnis yang baru dan itu pun kecenderungannya adalah semakin lama perkembangannya semakin menurun.

Dari cerita coachee saya tersebut, saya ingin berbagi satu hal bahwa Inti dari kebanyakan hal dalam hidup ini dan bisnis adalah bagaimana kita bisa bertahan hidup. Untuk bertahan hidup, kita harus bisa beradaptasi dan berevolusi. Bahkan jika kita melihat sejarah kekaisaran ottoman di turki yang pernah menguasai dunia, kemudian memudar. Hal itu terjadi karena segala sesuatu selalu berubah dan kita harus terus mengevaluasi ulang tentang gambaran besar yang kita miliki. Kita harus selalu mengulang kondisi lapangan,melihat apa saja yang berubah dan apa saja yang berbeda. Kita juga harus mengetahui dan membuat perubahan untuk bisa bertahan hidup.

Saat menyadari bahwa dunia ini begitu cepat berubah, kita mengalami pilihan-pilihan untuk beradaptasi atau merugi . Saya memutuskan untuk beradaptasi dengan meningkatkan jam kerja. Hal itu saya putuskan karena saya memang menyukai apa yang saya lakukan. Pada beberapa orang, dia beradaptasi dengan merubah target pasar mereka. Ada pula orang yang beradaptasi dengan merubah produk yang sesuai dengan keinginan pasar mereka. Semua hal yang dilakukan dalam hidup ini adalah tentang bagaimana bisa bertahan hidup, baik dalam bisnis ataupun dalam kehidupan kita sehari-hari. Teruslah beradaptasi dan melakukan yang terbaik. Karena apa yang kita lakukan saat ini, akan menentukan hasil yang kita dapatkan di kemudian hari.

Terkesan provokatif, tapi aktivitas ini bisa membuat kita produktif dan bermanfaat untuk orang banyak

Di setiap pagi sebelum saya beraktifitas, saya sering merenung. Sebetulnya apakah setiap kegiatan yang saya lakukan harus menghasilkan uang atau menambah kekayaan dari diri saya sendiri. Kemudian saya mencoba untuk menginventarisir kegiatan-kegiatan yang akan saya lakukan. Saya menyebut aktivitas saya dengan aktivitas LGBT. Kata-kata LGBT merupakan kata-kata yang sangat provokatif dan terkesan negatif. Tapi LGBT dalam aktivitas saya adalah sebuah aktivitas yang sangat positif.

Saya berpikir bahwa tidak semua kegiatan itu harus berhasil dan menghasilkan uang. LGBT dalam konteks kehidupan saya adalah singkatan dari Learning, Giving, Bisnis, dan Training.

  • Learning adalah proses belajar. Saya adalah pembelajar sejati. Saya selalu belajar, baik dari kesalahan maupun keberhasilan saya di masa lalu.
  • Giving atau memberi adaah suatu hal yang sangat membahagiakan bagi saya. Memberi adalah suatu aktivitas dimana kita harus berusaha menyediakan kebermanfaatan yang banyak bagi orang lain.
  • Bisnis adalah kemampuan kita untuk melihat peluang dan bagaimana kita memanfaatkan peluang itu menjadi sebuah bisnis yang menghasilkan dan produktif.
  • Training atau berlatih adalah suatu hal yang perlu kita lakukan sepanjang waktu. Setiap hari kita harus berlatih bagaimana menghadapi masalah-masalah didepan. Kita harus berlatih bagaimana menghadapi kendala-kendala yang akan terjadi di masa depan dan memunculkan kekuatan  diri dan potensi yang besar untuk menggapai apa yang kita inginkan, baik untuk kepentingan dunia maupun kepentingan akhirat kita.

LGBT adalah suatu kegiatan yang saya jalani setiap hari dan saya berpikir dengan kegiatan-kegitan itu maka saya tidak hanya berpikir tentang uang tetapi bagaimana diri saya bisa bermanfaat bagi orang lain. Karena Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain.

Tidak cukup hanya berpikir positif, Sikap inilah yang harus dimiliki untuk menjalankan bisnis

Di pagi yang cerah ini, saya ingin berbagi tentang sifat positif dan kegigihan. Semalam saya bertemu dengan adik ipar saya dan banyak berbicara tentang rencana dia  untuk membuka sebuah kedai kopi. Kita sering melihat bahwa banyak kedai-kedai kopi yang ada di jakarta dan adik ipar saya ingin membuat sebuah kedai kopi yang racikan dan rasa kopinya, dibuat spesial dengan formula sendiri. Dalam percakapan itu, dia sangat antusias untuk memulai bisnis ini. Dia mengutip salah satu perkataan dari pebisnis sukses di Indonesia yaitu Bob sadino. Bob Sadino mengatakan bahwa bisnis yang baik adalah bisnis yang dimulai. Kata-kata itu yang memulai dia membuka kedai kopi tersebut.

 

Satu hal yang kemudian saya konfirmasi padanya adalah dia harus sudah memahami  bahwa bisnisnya tidak hanya dimulai, tapi juga harus punya kegigihan di dalamnya. Karena ketika bisnis itu dimulai, maka kita akan menyaksikan banyak sekali tantangan dan kendala yang akan dihadapi. Itu tidak serta merta membuat kita menyerah dan kemudian kalah. Saya menyadari bahwa berpikir positif saja tidak selalu cukup, tapi kita harus gigih. Berpikir positif dan bersikap gigih adalah  dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Kegigihan merupakan modal yang penting. Karena tidak boleh memulai langkah dengan pandangan positif , lalu melempar handuk ketika ada masalah. Anda harus tetap positif, karena sukses jarang terjadi dalam sekejap.

Seperti ini caranya bagaimana mengefektifkan waktu dan meningkatkan produktivitas dalam berbisnis

Di malam yang sunyi dan senyap ini, saya ingin berbagi tentang berpikir sambil bertindak. Dalam kehidupan saya sehari-hari, saya dituntut untuk berpikir beberapa hal dalam satu waktu. Bahkan, saya juga harus  melakukan beberapa tindakan dalam waktu yang bersamaan.

Beberapa orang menyatakan bahwa berpikirlah dahulu sebelum bertindak. Tapi kadang dalam kehidupan bisnis, sepertinya sulit untuk melakukan hal tersebut. Kadang proses berpikir bisa dilaksanakan bersamaan dengan proses bertindak. Kita tidak harus menunggu sesuatu itu sempurna secara metodologi lalu bertindak. Tapi kita bisa berpikir sambil bertindak. Seorang pebisnis, tidaklah harus melakukan hal yang membuang-buang waktu. Karena proses berpikir dan bertindak adalah dua proses yang bisa dilakukan bersamaan sehingga apabila kita dapat mengefektifkan waktu kita , maka produktivitas kita akan menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.